Sehingga PBB tidak akan dianggap macan ompong yang menerapkan standar ganda terhadap isu kemanusiaan dan disetir oleh negara mana pun dan oleh pihak serta kepentingan negara tertentu.
Semoga dengan banyaknya negara-negara yang mengakui kemerdekaan Palestina dapat menjadi sebuah peringatan keras dan upaya preventif bagi zionis Israel untuk segera menghentikan upaya upaya yang melanggar nilai nilai kemanusiaan yang universal serta menghentikan genosida dan upaya pencaplokan (aneksasi) terhadap wilayah di Palestina dan negara lainya terlebih dengan isu gila menciptakan negara Israel Raya.
Isu dan krisis kemanusian di Palestina adalah merupakan pertaruhan PBB dan seluruh negara-negara di dunia bagi yang masih memiliki nilai dan identitas sebagai manusia, kecuali mereka bukan bagian dari keluarga manusia (family of human).
Rudi Haryono, Dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) dan Mahasiswa S3 Unika Atma Jaya Jakarta
Artikel Terkait
Empat negara barat akui Palestina, Netanyahu murka: Tak akan ada negara Palestina di barat Yordan
Pengakuan Palestina oleh Inggris dan sekutunya picu ancaman aneksasi Israel, jadi harapan baru perdamaian
Drama mikrofon mati di sidang PBB: Dari Erdogan, Prabowo, hingga Carney, pesan pro Palestina tetap bergema
Pidato Prabowo di PBB: Dari luka penjajahan, Palestina merdeka, hingga janji swasembada pangan
ESAI: Subang, laboratorium perjuangan Marhaenisme
Indonesia di PBB: Komitmen finansial untuk Palestina dan UNRWA tak bisa ditawar
5 Poin kritis proposal perdamaian Gaza ala Trump-Netanyahu, dari pemerintahan transisi hingga masa depan Palestina