Empat negara barat akui Palestina, Netanyahu murka: Tak akan ada negara Palestina di barat Yordan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 22 September 2025 | 12:42 WIB
Empat negara barat mulai dari Inggris hingga Portugal telah mengakui kedaulatan Palestina (Unsplash/Ömer Faruk Yıldız)
Empat negara barat mulai dari Inggris hingga Portugal telah mengakui kedaulatan Palestina (Unsplash/Ömer Faruk Yıldız)

GENMILENIAL.ID – Peta politik internasional kembali bergejolak setelah empat negara Barat, yakni Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, resmi mengakui kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka.

Keputusan tersebut langsung memantik kemarahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Inggris jadi inisiator

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu, 21 September 2025, mengumumkan secara resmi pengakuan negaranya terhadap Palestina.

Baca Juga: Ucapan viral soal uang negara, DPRD Gorontalo panggil Wahyudin Moridu dan usut dugaan penyebar video

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” tulis Starmer di akun X.

Australia, Kanada, dan Portugal menyusul

Australia melalui PM Anthony Albanese dan Menlu Penny Wong menegaskan dukungan terhadap aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri.

Kanada pun menyatakan hal serupa. PM Mark Carney menyebut negaranya siap menjadi mitra dalam membangun masa depan damai bagi Palestina dan Israel.

Terbaru, Portugal menyampaikan pengakuannya di hadapan media jelang Sidang Umum PBB. Menlu Paulo Rangel menegaskan sikap tersebut konsisten dengan kebijakan luar negeri Portugal.

Baca Juga: Kasus keracunan siswa merebak di 6 daerah, alarm serius standar kebersihan program MBG

Netanyahu balas dengan amarah

Namun, sikap negara-negara Barat itu ditolak keras oleh Israel. Netanyahu menuding pengakuan tersebut justru memberi hadiah bagi terorisme pasca serangan 7 Oktober 2023.

“Saya punya pesan yang jelas: pengakuan ini tidak akan mewujudkan Palestina sebagai negara. Tidak akan ada negara Palestina yang didirikan di sebelah barat Sungai Yordan,” tegasnya, Senin 22 September 2025.

Dengan langkah terbaru ini, isu pengakuan Palestina kembali mengemuka di panggung global, memperkuat momentum solusi dua negara yang selama ini kerap menemui jalan buntu.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X