Kita perlu kembali ke keberanian yang tenang, pada idealisme yang terdidik, dan semangat yang tidak mudah padam.
Baca Juga: Agar daging kurban mudah dipotong, ini 4 cara mengasah pisau agar tetap tajam dan efektif
Tan Malaka adalah pengingat bahwa revolusi bukan milik mereka yang keras suara, tapi mereka yang keras hati, teguh dalam kebenaran, setia dalam penderitaan.
Dan jika hari ini kita bertanya: apa yang harus dilakukan kaum muda?
Jawaban Tan Malaka mungkin tak panjang. Ia hanya akan berkata: berpikir, belajar, dan berjuang. Dengan nalar. Dengan keberanian. Dan dengan cinta pada rakyat.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Artikel Terkait
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
Dian Siti Maryam, Kader PKB Subang milenial ajak kaum muda jangan buta politik
Pilkada 2024, suara pemilih pemula diprediksi bakal dongkrak jumlah DPT, Ketua KPU Subang sebut pentingnya literasi politik bagi kaum muda
ESAI: Kabupaten Subang dan kepemimpinan kaum muda, antara harapan dan tantangan
Menjadi manusia Indonesia dalam pandangan Pramoedya Ananta Toer
ESAI: Merawat keberagaman budaya
Soe Hok Gie dan kebenciannya terhadap kemunafikan