172 Peserta pendidikan dokter spesialis FK Unair keracunan makanan, kegiatan diliburkan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 29 September 2026 | 17:51 WIB
Ilustrasi - dugaan keracunan makanan yang dialami 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat kegiatan pradik (Ilustrasi AI: Indoindikator.com)
Ilustrasi - dugaan keracunan makanan yang dialami 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat kegiatan pradik (Ilustrasi AI: Indoindikator.com)

GENMILENIAL.ID — Sebanyak 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengalami mual, muntah, dan/atau pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Senin, 28 September 2026.

Gangguan kesehatan tersebut dialami peserta setelah mengikuti kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7.

Dari total 289 peserta Pradik, sebanyak 172 orang terdata mengalami keluhan.

Baca Juga: Tak hanya temuan klaster mewah, sidak Ombudsman ke Lapas Cibinong juga menguak minimnya pengawasan CCTV

RSUD Dr. Soetomo menyebut dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi peserta dalam kegiatan tersebut.

172 Peserta mengalami keluhan

Berdasarkan siaran pers RSUD Dr. Soetomo tertanggal 28 September 2026, jumlah 172 peserta merupakan pendataan sementara dari total 289 peserta yang mengikuti kegiatan Pradik.

Keluhan yang dialami peserta berupa mual, muntah, dan/atau pusing. Rumah sakit kemudian melakukan penanganan terhadap peserta yang mengalami gejala dan membutuhkan pemeriksaan medis.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 5 penyebab bansos PKH dan BPNT tahap 4 di tahun 2026 gagal cair, penerima bisa dicoret

Sebanyak enam peserta telah mendapatkan penanganan di RSUD Dr. Soetomo. Empat orang mendapatkan penanganan medis, sedangkan dua lainnya menjalani observasi.

Keenam peserta tersebut telah diperbolehkan pulang. Selain itu, satu peserta mendapatkan penanganan di RSAL dan satu peserta lainnya di RSUD dr. Soewandhie.

Sampel makanan diperiksa di Laboratorium

Untuk menelusuri penyebab gangguan kesehatan tersebut, pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel makanan dan pemeriksaan rectal swab.

Baca Juga: Rajin ikut pengajian bisa dapat voucher umrah, program Rumasa Ash-Shiddiq terbuka untuk umum

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X