Jajaran hakim yang mengadili Harvey itu adakah Eko Aryanto (Ketua), dengan hakim anggota Suparman Nyompa, Eryusman, Jaini Basir, dan Mulyono.
Nah ini yang terakhir, mengingatkan pada Lurah Moelyono, yang menjadi finalis personal koruptor 2024 versi OCCRP (Organize Crime and Corruption Reporting Project).
Dalam kasus ini, saya ingin ber-positive thinking, bahwa gema yang digaungkan Prabowo itu, bukan hanya tong kosong nyaring bunyinya.
Kita lanjutkan kisah nyata Sisamnes yang terjadi dalam pemerintahan Persia, yaitu Raja Cambyses II, yang memerintah pada 530-522 SM.
Baca Juga: Keakraban Ahok dan Anies jadi tanda tanya, jubir akan umumkan kejutan bulan ini
Kisah fenomenal ini terselamatkan berkat tulisan Herodotus, ahli sejarah Yunani, yang di Eropa terkenal sebagai bapak sejarah dunia.
Dari tulisan Herodotus, kisah itu ditransformasikan menjadi karya visual oleh pelukis Belanda Gerard David pada 1498.
Lukisan yang tergantung di Museum Fatahillah Jakarta ituberasal dari abad ke-17, dengan ukuran 916 x 323 senti meter.
Dikerjakan oleh pelukis J.J de Niss pada tahun 1661, dengan menggunakan media kayu jati dan di warnai menggunakan material cat minyak.
Lukisan kedua, mengisahkan putusan pengadilan yang dilakukan oleh Raja Sulaiman putra Daud, saat dua orang ibu masing-masing mengaku sebagai pemilik bayi.
Baca Juga: Harvey Moeis tak hanya rugikan 300 triliun, tapi juga ‘Dibayari’ BPJS Kesehatan padahal orang kaya
Karena tak ada yang mau mengalah, maka Sulaiman memutuskan akan membelah dua bayi tersebut. Ibu asli bayi tersebut menangis, dan meminta bayi jangan dibelah dua.
Ibu palsu setuju dengan putusan Sulaiman. Mengetahui dua sikap ibu tersebut, Sulaiman akhirnya memberikan bayi kepada ibu asli, sebab sejatinya ibu, tak akan mau anaknya dibunuh dengan cara dibelah dua. Si ibu palsu dihukum.
Kisah tentang kebijaksanaan Sulaiman ini dituturkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, serta dalam hadits-hadist dengan perawi Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasai, dan Imam Ahmad.
Artikel Terkait
ESAI : Kado istimewa di Hari Guru, refleksi mengenai peran guru sebagai kunci pembentukan karakter siswa dengan pengelolaan sosial emosional
ESAI : Bullying? hindari circle dan lingkungan toxic
Kilas balik skandal korupsi Harvey Moeis yang kini divonis 6,5 tahun penjara usai terbukti maling uang di kasus PT Timah!
Banding kekayaan Harvey Moeis vs Helena Lim, dua koruptor dalam kasus PT Timah yang rugikan negara Rp300 triliun!
Menyoal vonis ringan Harvey Moeis di kasus korupsi PT Timah, tudingan hakim yang subjektif dari Kejagung hingga potret buruk di sektor tambang
Harvey Moeis tak hanya rugikan 300 triliun, tapi juga ‘Dibayari’ BPJS Kesehatan padahal orang kaya
Vonis Harvey Moeis dinilai terlalu ringan, Prabowo minta Jaksa banding ke 50 tahun