ESAI : Korupsi Rp300 triliun hanya dihukum 6,5 tahun. Setelah Kejagung mengajukan banding, akan seperti apa jadinya?

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 3 Januari 2025 | 13:10 WIB
Doddi Ahmad Fauji, Editor Penerbit Situseni dan Penasehat Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat
Doddi Ahmad Fauji, Editor Penerbit Situseni dan Penasehat Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat

Baca Juga: Hilang lalu muncul kembali, intip 4 fakta terkini Ujian Nasional yang bakal hadir di 2026 dengan konsep baru dari Mendikdasmen

Ada juga relief yang mengabarkan pembunuhan 17 warga Jerman, yang dituduh memimpin pemberontakan dengan warga lokal. 

Serta terdapat lukisan Petrus Albertus Van Der Parra, Gubernur Jendral VOC yang terkenal biadab dan paling korup. 

Budaya korup yang diwariskan oleh VOC dan Hindia Belanda itu, kini makin meruyak.

Ada sekira 23.000 entri koleksi penting di museum yang gedungnya dibangun atas perintah Gubernur-Jenderal Jan Pieterszoon Coen pada 1627. Lokasinya di daerah Nieuwe Markt (sekarang Taman Fatahillah). 

Baca Juga: Vonis Harvey Moeis dinilai terlalu ringan, Prabowo minta Jaksa banding ke 50 tahun

Di Lantai 2, selain terdapat lukisan Gubernur-Jenderal yang korup itu, juga tergantung lukisan yang berisi tiga cerita tentang putusan hakim dalam pengadilan.

Lukisan pertama, sebelah kiri, adalah kisah hakim korup bernama Sisamnes, yang selalu memberikan vonis ringan kepada terdakwa. 

Setelah diteliti, ternyata ia menerima suap dari para terdakwa. Raja memutuskan untuk mengadili dan memvonis mati sang hakim dengan cara kulitnya disisik hidup-hidup. 

Setelah itu, kulit hasil sisiknya dikeringkan, dan dibuat pelapis dudukan untuk kursi hakim. 

Baca Juga: Squid Game 2 tembus 68 juta views dalam 4 hari, media asal Korsel Ini malah kena semprot Netflix gegara hitung cuan yang tak logis

Di atas kursi itu, didudukanlah anaknya Sisamnes, yaitu Otanes, sebagai hakim pengganti.

Bila Otanes juga berlaku tidak adil, maka akan dikikis kulitnya, seperti ayahnya.

Cik, Prabowo yang sesumbar akan menangkap koruptor hingga antariksa, dan meminta hakim berlaku adil, juga meminta Jaksa Agung mengajukan banding. 

Sanggupkah mengadili para Hakim yang dipimpin Eko Aryanto, yang memvonis Harvey Moeis hanya 6,5 tahun penjara. Prabowo mengatakan, rakyat juga tahu, rasa keadilan sudah dirampok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X