ESAI : Cegah bencana, mulai dari gerakan membuang sampah pada tempatnya

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 26 April 2024 | 09:54 WIB
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan

Indonesia adalah salah satu negara yang rawan bencana. Baik bencana alam maupun bencana nonalam.

Kondisi geografis Indonesia yang banyak memiliki gunung berapi, berada di garis katulistiwa, kontur daerah pegunungan, perbukitan, dan lautan menjadi potensi terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, longsor, dan pergeseran tanah.

Sedangkan bencana nonalam lebih banyak disebabkan oleh tangan-tangan jahat manusia. Penggundulan hutan, peralihan fungsi lahan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, dan limbah pabrik menjadi penyebabnya.

Banjir dan longsor, selain disebabkan faktor alam seperti curah hujan yang tinggi, juga bisa disebabkan oleh perilaku manusia seperti membuang sampah sembarangan dan menggunduli hutan secara tidak terkontrol atau tidak disertai dengan reboisasi.

Baca Juga: Asep Sucipto, terpilih jadi Ketua Pengda INI Kabupaten Subang periode 2023-2026

Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia mendirikan lembaga yang khusus mencegah dan menangani bencana baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Beberapa kementerian terkait pun menganggarkan dana untuk menangani bencana.

Dalam konteks pendidikan, dibentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan kurikulum pendidikan siaga bencana. Komunitas dan relawan bencana pun muncul sebagai bentuk aksi dan kepedulian terhadap bencana.

Tanggal 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana. Hal tersebut tentunya baik untuk mengingatkan semua pihak agar waspada, siaga, dan siap jika suatu saat terjadi bencana.

Hal ini tentunya tidak lepas dari edukasi pencegahan bencana. Bukan hanya di level satuan pendidikan, tetapi juga di level keluarga dan masyarakat, karena semua orang harus tahu dan paham cara menghadapi bencana.

Baca Juga: Jaga kondusifitas jelang Pilkada 2024, FKUB Subang akan gelar dialog moderasi beragama

Berbagai program dan kegiatan yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait untuk mencegah dan menangani bencana tentunya bagus dan patut didukung oleh semua pihak.

Berbagai pihak terkait perlu berkolaborasi dan bersinergi dalam menyusun rencana dan melaksanakan aksi pencegahan bencana.

Pada tulisan ini saya ingin menyoroti hal yang mudah dan sederhana tapi bermakna dalam mencegah terjadinya bencana, khususnya bencana nonalam, yaitu pembiasaan membuang sampah pada tempatnya.

Pembiasaan membuang sampah pada tempatnya terkesan seperti hal yang mudah, tetapi faktanya masih sulit dilakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X