ESAI : Peran guru dalam memelihara pengetahuan global di era artificial intelligence

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 8 Desember 2023 | 13:56 WIB
Linda Dwi Nurmasyanti, Dosen Prodi PGMI STAI Riyadhul Jannah Subang
Linda Dwi Nurmasyanti, Dosen Prodi PGMI STAI Riyadhul Jannah Subang

Pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis dalam melestarikan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan. 

Proses pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman siswa, namun lebih diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku dan kepribadian siswa. 

Pendidikan berjalan sepanjang hayat dengan menekankan sikap kreatif, kritis, tanggap terhadap masalah lingkungan dan memiliki nilai moral yang tinggi. 

Selain itu pendidikan tidak terlepas dari kultur bangsa sebagai karakter, dan tentunya adanya kesesuaian antara tujuan pendidikan dan kebutuhan sumberdaya manusia yang terlupakan di masyarakat. 

Baca Juga: Ngebet pengin nikah? yuk kenalan dulu dengan program Suscatin KUA Kecamatan Subang

Pendidikan pada saat ini adalah suatu hal yang sangat penting bagi suatu negara. Ini disebabkan tolak ukur kualitas sumber daya manusia suatu bangsa dilihat dari peran pendidikan yang terjadi di dalam masyarakatnya. 

Melihat fenomena yang terjadi di Indonesia masih belum bisa dikatakan baik.
Di era sekarang pemanfaatan teknologi merevolusi semua aspek salah satunya dalam dunia Pendidikan. 

Teknologi yang digunakan seperti pemanfataan artificial intelligence, dimana kita dapat berinteraksi dan belajar dengan mudah. 

Bagaimana cara kita sebagai guru dapat memanfaatkan teknologi Al ini?
Penggunaan Al membuat guru menjadi harus beradaptasi dengan perubahan ini. 

Baca Juga: Kasus penganiayaan pelajar SMK, kuasa hukum korban minta polisi profesional dan tegak lurus dalam menegakan keadilan

Dengan menggunakan Al ini dapat membawa sejumlah besar kemungkinan hal yang baru dalam dunia Pendidikan. Tetapi, dengan adanya Al apakah dapat mempertahankan kebermaknaan dari ciri khas dunia Pendidikan ini? 

Guru menjadi seorang motivator untuk anak didiknya, menjadi seorang pembimbing dalam pembelajaran bahkan bisa menjadi inspirasi untuk anak didiknya. 

Apakah dengan menggunakan teknologi Al dapat menggantikan ciri khas dalam dunia Pendidikan ini? 

Bagaimana kita memastikan dengan penggunaan teknologi yang semakin pesat ini tidak membuat esensi kemanusiaan tidak terkikis?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X