CERPEN: Surat cinta untuk adinda

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi - Surat cinta untuk adinda
Ilustrasi - Surat cinta untuk adinda

"Ini cerpenku, tolong kau baca," mahasiswa berperawakan lusuh menyodorkan halaman korannya.

Belakangan baru kuketahui ia adalah seorang penulis, berkat salah satu cerpennya yang tengah pamor dan menjadi pembicaraan hangat di lingkungan kampus. 

Selama ini aku selalu mengenalnya sebagai mahasiswa yang masih satu angkatan denganku. Itu pun berkatnya yang selalu bersamaan denganku saat mengerjakan tugas maupun mengerjakan skripsi.

Ia juga tengah menyelesaikan tugas akhir skripsi untuk memperoleh gelar akademiknya, sama sepertiku pada saat itu. 

Baca Juga: Kronologi Kopdes Cilacap yang belum operasi tapi dipakai main badminton: Dari respons pihak desa hingga Menkop

"Maaf hanya sisa itu, semuanya telah raib hari ini. Berita hangat pemerintahan memikat orang-orang untuk membeli koran." Air keringat bercucuran dari wajahnya.

Beberapa titik koran pun mulai basah, sebab tangannya yang turut berkeringat terpapar terik matahari kota. 

"Pemimpin negara yang mengakhiri masa jabatannya?" aku menimpal dengan sembrono. Ia pun tertawa terbahak-bahak. 

"Kenapa tertawa?" dahiku mengerut. Aku sama sekali tak mengerti kalimat humor mana yang keluar dari mulutku, hingga ia tertawa terbahak-bahak layaknya wong gendeng

Baca Juga: Dikabarkan sendiri saat lulus, prajurit TNI ini ternyata didatangi ortu yang sempat tak kenali wajah cemong anaknya

Aku beranjak dari ranjang yang menyangga setengah tubuhku, mengacak-ngacak lembaran koran dalam lipatan rapi. Tersingkaplah gambar yang tak lagi asing.

Ia bersandar di lembar paling akhir, bersama beberapa rentetan naskah lainnya. Lelaki lusuh dengan rambut panjang menyentuh bahu.

Aku memandanginya dengan saksama. Dadaku berdegup kencang. Aku kembali terlempar, jauh saat pertama kali kami atau lebih tepatnya aku menjumpainya. 

Baca Juga: Terungkap saat sidang perdana, pengasuh Daycare Little Aresha diduga pernah benamkan kepala anak ke bak mandi

Di perpustakaan kampus, saat mulai berkencan dengan tumpukan tugas di semester empat, di sana kudapati lelaki itu. Sangat tenang.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

CERPEN: Takbir Padang Karbala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CERPEN: Surat cinta untuk adinda

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB
X