GENMILENIAL.ID - Di usia 14 tahun, Anggara harus menghadapi perjuangan panjang melawan Acute Myeloid Leukemia (AML), salah satu jenis kanker darah yang membutuhkan pengobatan intensif dan berkelanjutan.
Sang ayah, Heri Nurdiyanto, mengungkapkan Anggara kini menjalani rangkaian pengobatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta setelah didiagnosis menderita AML pada awal Juli 2026.
Sejak itu, hari-hari Anggara banyak diisi dengan pemeriksaan darah, konsumsi obat-obatan, kemoterapi, hingga rawat inap.
Baca Juga: Kapolres Subang turun saat subuh, Suling Amis jadi ruang bangun kedekatan dengan warga
Berbagai efek samping pengobatan juga harus dihadapinya selama menjalani proses tersebut.
Berawal dari gusi bengkak, Anggara didiagnosis AML
Perjuangan Anggara bermula ketika gusi anak tersebut mengalami pembengkakan yang tidak kunjung membaik. Heri kemudian membawa putranya untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan kelainan yang membuat Anggara harus menjalani pemeriksaan darah di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
“Setelah serangkaian pemeriksaan, pada awal Juli 2026 Anggara didiagnosis menderita Acute Myeloid Leukemia (AML),” ujar Heri dalam keterangannya, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga: Kasus keracunan MBG Batang: 276 Orang jadi korban, operasional SPPG Bawang dihentikan
Heri menjelaskan, AML merupakan kanker darah yang berkembang cepat dan menyebabkan sumsum tulang menghasilkan sel darah abnormal.
Karena itu, Anggara harus menjalani kemoterapi intensif secara bertahap untuk menekan dan menghilangkan sel leukemia serta mencapai remisi.
Dalam proses pengobatan tersebut, sejumlah efek samping turut dirasakan Anggara.
Di antaranya sariawan dan gangguan rongga mulut, penurunan daya tahan tubuh, demam, serta beberapa kali mengalami mimisan.
Artikel Terkait
Tertimbun reruntuhan gempa NTT, nenek 84 tahun ditemukan selamat meski tak makan-minum selama 4 hari
Saatnya kita yang bergerak, bantu mitra jurnalis Promedia korban gempa NTT
Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
Cerita perjuangan Asdar, siswa di pedalaman Nias yang sebrangi sungai 4 kali saat menuju sekolah
Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla