Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 6 September 2026 | 11:51 WIB
Ki Maher, Budayawan Jawa Barat, saat memberikan keterangan kepada awak media usai diskusi publik bertema ‘Memakmurkan Kerajaan Sumedang’ di Keraton Sumedang Larang, Sabtu, 5 September 2026
Ki Maher, Budayawan Jawa Barat, saat memberikan keterangan kepada awak media usai diskusi publik bertema ‘Memakmurkan Kerajaan Sumedang’ di Keraton Sumedang Larang, Sabtu, 5 September 2026

GENMILENIAL.ID — Budayawan Jawa Barat Ki Maher melihat Keraton Sumedang Larang memiliki fungsi penting sebagai bagian dari pertahanan budaya sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, posisi Sumedang sebagai Puser Budaya Sunda menjadi modal budaya yang dapat diperkuat untuk menggerakkan berbagai potensi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Ki Maher kepada awak media setelah diskusi publik bertema ‘Memakmurkan Kerajaan Sumedang’ yang digelar di Keraton Sumedang Larang, Sabtu, 5 September 2026.

Baca Juga: Pergerakan HURIP Srimanganti bekerja sama dengan Keraton Sumedang Larang, gerakkan ekonomi petani lewat jagung hibrida

Diskusi tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Forum Bumdes Jawa Barat sekaligus inisiator Pergerakan HURIP Srimanganti Urip Soeprianto atau Bos Urip, Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga, serta puluhan petani dan kelompok tani dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Keraton sebagai pertahanan budaya

Ki Maher mengatakan posisi keraton sebagai aktor utama dalam konteks Puser Budaya Sunda membuatnya memiliki peran dalam menjaga pertahanan budaya di Kabupaten Sumedang.

Fungsi tersebut dinilai penting untuk mempertahankan perekat sosial dan kepemimpinan budaya masyarakat di tengah perubahan akibat arus globalisasi.

Baca Juga: 3 Kecamatan Tanggamus diguyur hujan abu vulkanik Anak Krakatau, BPBD imbau warga waspada

“Dengan tagline Puser Budaya Sunda dan keraton sebagai aktor utamanya, pertahanan budaya di Kabupaten Sumedang sudah berjalan dan mumpuni. Ini menjadi perekat sosial dan kepemimpinan budaya di tengah arus globalisasi yang ekstraktif,” kata Ki Maher.

Menurutnya, keberadaan pertahanan budaya tersebut tidak harus dipisahkan dari kehidupan ekonomi masyarakat. Justru, penguatan ekonomi dapat menjadi bagian yang melengkapi sekaligus memperkuat gerakan kebudayaan yang dijalankan keraton.

“Nah, kita melihat perlu ada penguatan lebih pada sisi ekonomi. Maka, dibuatlah peluang-peluang dan potensi-potensi yang bisa kita orkestrasi menjadi kegiatan ekonomi sebagai pelengkap dan penguat gerakan kebudayaan keraton,” jelasnya.

Baca Juga: Duh! Seorang pria ngamuk di jalanan Jaksel bikin geram warganet: Sok jagoan, akhirnya tak berkutik

Budaya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CERPEN: Surat cinta untuk adinda

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB
X