Di balik romantisme hujan, diskusi semiotika dan feminis cerpen Fileski digelar di Madiun

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 15 Februari 2026 | 22:37 WIB
Diskusi sastra RuSa TerBang Project membahas kajian semiotika dan feminis cerpen Fileski bersama akademisi dan pegiat literasi. Madiun, Sabtu 14 Februari 2026 (Dok. Istimewa)
Diskusi sastra RuSa TerBang Project membahas kajian semiotika dan feminis cerpen Fileski bersama akademisi dan pegiat literasi. Madiun, Sabtu 14 Februari 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDDiskusi sastra dan seni rupa bertajuk kajian semiotika dan feminis terhadap cerpen 'Perempuan yang Datang Ketika Hujan' karya Fileski digelar RuSa TerBang Project di I-Club Madiun, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menghadirkan seniman dan peneliti seni Shalihah Ramadhanita sebagai narasumber utama.

Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara seniman, akademisi, komunitas budaya, hingga masyarakat umum untuk membedah karya sastra secara kritis sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan lokal.

Baca Juga: ICCN perkuat sinergi dengan Kementerian Ekraf, usung AI dan kompas kota kreatif untuk akselerasi nasional

Ruang dialog seni dan sastra

Shalihah Ramadhanita merupakan seniman, peneliti, dan pengkaji seni yang berfokus pada kajian seni rupa, kuratorial, dan kritik budaya.

Ia menyelesaikan studi magister pengkajian seni pertunjukan dan seni rupa di Universitas Gadjah Mada, dengan minat kajian meliputi semiotika, kritik seni, serta perspektif feminis dalam studi visual dan sastra.

Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan analisis, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan pertukaran gagasan.

Format bedah karya dan dialog interaktif membuat diskusi berlangsung dinamis dan reflektif.

Baca Juga: Super Air Jet tujuan Denpasar diduga delay 5 jam, penumpang keluhkan minimnya penjelasan

Kegiatan ini juga menjadi perjumpaan penting antara komunitas seni dan pemangku kepentingan kebudayaan lokal untuk membangun ruang intelektual yang lebih hidup di Madiun.

Hujan sebagai simbol dan mitos

Dalam pemaparannya, Shalihah menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk membedah simbol hujan dalam cerpen Fileski.

Menurutnya, hujan tidak hanya hadir sebagai peristiwa alam, tetapi menjadi simbol kesedihan, kerinduan, dan kenangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X