GENMILENIAL.ID – Momen pembagian rapor di SMPN 3 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendadak menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Bukan tanpa alasan, peristiwa tersebut menghadirkan kisah haru ketika seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) turut mendampingi seorang siswa yang kehilangan kedua orang tuanya.
Petugas Damkar bernama Dikri Nur hadir bukan untuk keluarganya sendiri, melainkan untuk mendampingi Adi Taufik, siswa kelas IX D yang harus menjalani masa remajanya tanpa kehadiran sosok ayah dan ibu.
Kehadiran Dikri menjadi pengganti figur orang tua di momen penting tersebut.
Sosok pengganti di hari penting
Dalam prosesi pembagian rapor, suasana menjadi semakin menyentuh ketika Adi melakukan sungkeman kepada Dikri.
Momen itu terekam dan dibagikan ulang oleh Dikri melalui akun media sosialnya hingga menyita perhatian warganet.
Dikri mengaku terharu melihat keteguhan hati Adi yang tetap kuat menjalani kehidupan meski tanpa dukungan orang tua.
Ia bahkan menyebut dirinya tak mampu menyembunyikan rasa kagum terhadap perjuangan siswa tersebut.
“Menatap kosong bukan berarti kebingungan, melainkan sangat takjub dengan perjuanganmu,” tulis Dikri dalam unggahannya.
Berjuang mandiri sejak dini
Dari cerita yang disampaikan, diketahui bahwa Adi telah kehilangan ibunya, sementara ayahnya tidak diketahui keberadaannya. Kondisi itu membuat Adi harus hidup mandiri sejak usia muda.
Artikel Terkait
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Peringati malam Nisfu Syaban, Ponpes Riyadhus Solihin santuni 150 yatim dan salurkan bantuan untuk korban banjir Pantura
Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah gelar buka bersama 2.000 anak yatim lintas iman di Yogyakarta
Boy Thohir gelar iftar Ramadan untuk 1.000 anak yatim di Masjid At-Thohir Depok
Kapolres Subang berbagi di Ramadan, 500 anak yatim dan kaum jompo terima santunan
Viral momen mainan datang saat anak sudah meninggal, kisah haru ini banjir simpati
Kisah haru ibu selamat dari tragedi Bekasi Timur, ngaku terhindar berkat firasat anak