esai

ESAI : Pemilihan umum dalam perspektif generasi zaman now

Minggu, 11 Juni 2023 | 14:16 WIB
Akbar Tri Pratama, Mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang

Baca Juga: Sat Reskrim Polres Subang ringkus 2 pelaku TPPO, Korban merupakan Ibu Rumah Tangga warga Pamanukan

Media sosial memberikan platform yang kuat bagi anak muda untuk mengorganisir kampanye, membangun kesadaran, dan mempengaruhi opini publik.

Namun, meskipun anak muda memiliki potensi besar dalam Pemilu, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah tingkat partisipasi yang rendah. 

Banyak anak muda yang merasa bahwa suara mereka tidak akan berarti atau bahwa politik adalah urusan yang jauh dari kehidupan mereka sehari-hari. 

Pendidikan politik yang kurang dan keengganan terhadap proses politik yang kompleks juga menjadi faktor penyebab rendahnya partisipasi anak muda dalam Pemilu.

Baca Juga: Subang dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Seperti apa kondisinya hari ini?

Untuk mengatasi tantangan ini, perlu adanya upaya yang lebih besar dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pemilu dan peran anak muda dalam demokrasi. 

Sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan dapat memainkan peranan penting dalam memberikan pendidikan politik yang inklusif dan mendorong partisipasi aktif anak muda dalam proses politik. 

Selain itu, adanya kampanye yang relevan dan inspiratif, yang mengajak anak muda untuk turut serta dan berkontribusi dalam Pemilu, juga dapat meningkatkan tingkat partisipasi mereka.

Pemilu menurut perspektif anak muda adalah panggung di mana suara mereka didengar, ide-ide mereka diperjuangkan, dan perubahan positif dapat terwujud. 

Baca Juga: Hadapi PON XXI Aceh dan Sumut 2024, Muaythai Jabar siap wujudkan target hattrick juara

Partisipasi aktif anak muda dalam Pemilu merupakan langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita demokrasi yang inklusif. 

Dalam hal ini, anak muda memiliki peranan kunci dalam membentuk kebijakan publik, mengubah paradigma politik, serta menciptakan masyarakat yang lebih adil, berkelanjutan, dan harmonis.

Akbar Tri Pratama
Mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Feodalisme warisan budaya materi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB

ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:44 WIB

ESAI: Pada hari kemerdekaan, biarkan pekerja pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01:26 WIB

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB