ESAI : Pesta demokrasi dari kita untuk kita

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 3 Juni 2023 | 23:13 WIB
Dede Setiawan, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Bidang Komunikasi dan Kesehatan
Dede Setiawan, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Bidang Komunikasi dan Kesehatan

Berbicara pesta demokrasi adalah berbicara mengenai berbagai hal yang kita lakukan untuk bisa mensukseskan pesta akbar yang dilakukan 5 tahun sekali.

Tentu untuk mensukseskannya itu bukan hanya tugas dari penyelenggara pemilu saja tetapi menjadi tugas kita semua sebagai warga negara Republik Indonesia.

Masa depan Indonesia ditentukan di moment ini. semua harus ikut serta dan terlibat dalam mensukseskan nya, dengan cara semua berperan aktif maka insya Allah harapan Kita semua untuk masa depan Indonesia lebih baik akan tercapai.

Kita yang menentukan masa depan negara kita mari kita manfaatkan momen ini dengan baik sebagai upaya ikhtiar bersama untuk mensukseskan pesta demokrasi di tahun 2024 nanti.

Baca Juga: ESAI : Problem aksesibilitas terhadap kelompok disabilitas pada Pemilu 2024

Kita harus sama-sama mempunyai satu visi atau pandangan yaitu suksesnya pesta demokrasi.

Walaupun berbeda pilihan dan warna tetapi sebagai warga negara yang mempunyai adat ketimuran Kita seharusnya bisa menjadikan pemilu ini menjadi proses demokrasi yang menyatukan bangsa kita dan tidak mengganggu persatuan nasional.

Kita berharap pemilu ini menjadi satu pemilu yang berkualitas pemilu yang bukan hanya prosedural tapi demokrasi yang substansip yang menghasilkan DPR, DPRD , maupun presiden wakil presiden yang betul-betul berdiri di atas semua golongan.

Sesuai amanat undang-undang dasar negara Republik Indonesia nomor 7 tahun 2017, bab 2 tentang asas prinsip dan tujuan pemilu terdapat dalam pasal 4 poin A yang berbunyi bahwa penyelenggaraan pemilu bertujuan untuk memperkuat sistem ketatanegaraan yang demokratis.

Baca Juga: Muhammad Yamin, tokoh bangsa, sastrawan yang turut andil dalam merumuskan sumpah pemuda

Kalau kita melihat makna demokrasi itu sendiri demokrasi berasal dari kata demos dan kratos artinya pola pemerintahan yang berasal dari rakyat.

Dalam demokrasi kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat kemudian dikembangkan untuk menumbuhkan partisipasi rakyat.

Peran rakyat lebih dihargai karena berperan penting dalam mengambil keputusan untuk kepentingan public, sebut saja dalam menentukan seorang kepala daerah.

Bupati, gubernur, dan presiden sebagai kepala negara dalam sistem demokrasi harus dipilih oleh rakyat.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

ESAI : Sekolah di masa depan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X