Mari bermimpi dalam keadaan sadar. Berimajinasi menciptakan gelombang alternatif dalam ruang berpikir, satu-satunya ruang yang masih dapat menerima kebebasan secara absolut.
Saya berandai-andai, apabila suatu hari saya memiliki perusahaan yang seutuhnya berada dalam otoritas saya, maka pada momentum hari kemerdekaan saya tidak akan memanggil seluruh karyawan untuk datang ke kantor, mengikuti lomba, mendengarkan pidato saya, atau melakukan serangkaian kegiatan seremonial lainnya.
Saya justru akan memberikan mereka libur.
Waktu yang biasanya digunakan untuk perlombaan dan berbagai acara perusahaan akan saya kembalikan kepada mereka.
Baca Juga: Dapur MBG wajib kantongi sertifikat SLHS, BGN beri target waktu singkat
Mereka yang selama lima atau enam hari dalam seminggu telah memberikan waktu dan tenaganya kepada perusahaan, pada hari kemerdekaan saya ingin mengembalikan mereka kepada tempat yang paling hangat, rumah, keluarga, dan orang-orang yang mereka cintai.
Bahkan, anggaran yang biasanya digunakan untuk lomba, konsumsi, gathering, atau acara makan bersama akan saya alihkan menjadi ongkos perjalanan mereka.
Agar mereka bisa pulang. Supaya mereka juga bisa membawa sedikit kebahagiaan kepada orang-orang yang selama ini mereka tinggalkan untuk bekerja.
Baca Juga: Tak ditemukan lagi, lokasi diduga edar obat terlarang di Pagaden sudah dibongkar
Mungkin 17 Agustus hanya satu hari. Mungkin jika anggarannya dibagi kepada banyak orang, jumlah yang diterima masing-masing tidaklah besar. Tetapi saya percaya, sesuatu yang kecil secara nominal bisa menjadi sangat besar secara makna.
Karena saya memahami bahwa yang mereka butuhkan bukan selalu hiburan yang disiapkan perusahaan. Terkadang mereka hanya membutuhkan waktu untuk kembali menjadi manusia sepenuhnya.
Alih-alih mengadakan gathering atau perlombaan demi menjaga kekompakan, saya berpikir bahwa kekompakan dan kerja sama tim bagi seorang pekerja memang tidak harus dibawa ke mana-mana. Ia bisa cukup diletakkan di atas meja kerja, dalam ruang profesionalisme.
Baca Juga: DPRD Subang sahkan perubahan KUA-PPAS 2026, dinamika pembahasan disorot sebagai kunci pembangunan
Tidak harus selalu dituntut lebih.