GENMILENIAL.ID – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, muncul fenomena tak biasa, sebagian warga memasang bendera dengan simbol One Piece berdampingan dengan bendera Merah Putih.
Simbol yang diambil dari manga karya Eiichiro Oda tersebut mulai terlihat di sejumlah titik secara sporadis, dipasang secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi oleh masyarakat.
Rudi Haryono, Dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) dan Mahasiswa S3 Unika Atma Jaya Jakarta, menilai fenomena ini sebagai anomali sosial yang menunjukkan gejala degradasi identitas kebangsaan dan nasionalisme.
Baca Juga: Multifungsi dan murah, dua lip cream ini bisa jadi eyeshadow untuk tampilan sat-set
"Pengibaran bendera One Piece bukan semata fanatisme terhadap budaya pop Jepang, tapi bisa dibaca sebagai bentuk kekecewaan dan apatisme masyarakat terhadap situasi sosial dan politik saat ini," ujarnya.
Rudi menjelaskan, bendera dalam konteks politik bukan hanya simbol kain berwarna, tetapi mengandung nilai sejarah, ideologi, hingga identitas kolektif bangsa.
Ia menilai tindakan tersebut juga merupakan sinyal ketidakpuasan terhadap berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari penegakan hukum, ketimpangan ekonomi, hingga isu abolisi dan amnesti yang diberikan Presiden Prabowo kepada tokoh politik tertentu.
Fenomena ini juga dipandang sebagai respons terhadap tekanan hidup dan keresahan masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian sosial ekonomi.
Baca Juga: Kompor induksi premium vs ekonomis, ini perbandingan fitur dan kegunaannya
Menurut teori Schatz & Lavine (2007), pengibaran bendera mencerminkan nasionalisme dan identitas sosial.
Dalam konteks ini, pemasangan simbol One Piece mencerminkan keterbelahan ideologis dan menurunnya kepercayaan terhadap simbol negara.
Rudi mengingatkan bahwa pemasangan simbol luar negeri berdampingan dengan bendera nasional dapat menurunkan nilai-nilai penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa.
"Fenomena ini harus disikapi secara bijak oleh pemerintah. Edukasi soal nasionalisme dan penghormatan terhadap simbol negara perlu digencarkan, bukan dengan pendekatan represif," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Cinta Indonesia, ini 6 tips menumbuhkan sikap nasionalisme pada anak, salah satunya libatkan anak dalam tradisi lokal
Gelisah dengan nilai-nilai destruktif, Santri Waqi’iyyah akan gelar diskusi publik daring seputar nasionalisme dan peradaban, catat waktunya!
Sutan Syahrir: Pemikir sunyi di balik proklamasi kemerdekaan
Semangat Margono Djojohadikusumo dihidupkan kembali di tanah Jawara: Nasionalisme, ekonomi, dan lagu cinta
Prabowo luncurkan tema HUT ke-80 RI: Rakyat sejahtera jadi tolak ukur kemerdekaan sejati
Flora Wisata D’Castello Subang beri diskon 17 persen sambut HUT RI ke-80, upacara hingga lomba digelar
Menko Polkam ancam sanksi tegas untuk pengibar bendera One Piece di bulan kemerdekaan