Jika imajinasi adalah fondasi peradaban, beranikah kita benar-benar menjaganya, atau kita justru akan kembali menyeragamkannya demi kenyamanan orang dewasa?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang, saya harap, terus hidup bersama Titikan-Titikan kecil yang hari itu tumbuh di Galeri Indigo, menunggu untuk suatu hari kelak mewarnai dunia dengan caranya sendiri.***