• Minggu, 18 Oktober 2026

ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 24 Agustus 2023 | 17:51 WIB
Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id
Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id

Keluarga memegang peran utama dalam membentuk pandangan anak-anak terhadap dunia. Dukungan dari keluarga untuk menjalin hubungan persahabatan lintas agama atau budaya dapat membantu mengokohkan pemahaman yang diperoleh di sekolah.

Media juga memiliki andil besar dalam membentuk persepsi masyarakat. Oleh karena itu, pemberitaan yang akurat dan berimbang tentang keragaman budaya dan agama sangat penting.

Peliputan yang hanya memperkuat konflik atau menghembuskan sentimen negatif hanya akan memperkeruh suasana.

Baca Juga: Selain buah menarik, ini 9 manfaat konsumsi stroberi bagi kesehatan

Sebaliknya, media dapat menjadi alat yang kuat untuk mengilhami kesadaran toleransi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Pemerintah, lembaga non-profit, dan komunitas agama juga memiliki peran yang tak tergantikan dalam membangun kesadaran toleransi.

Program-program interfaith atau interbudaya, kegiatan sosial bersama lintas kelompok, dan inisiatif kultural dapat membantu memupuk hubungan yang lebih erat di antara masyarakat yang beragam.

Dalam era di mana informasi dapat dengan mudah menyebar melalui internet dan media sosial, penting untuk mengajarkan pelajar bagaimana menyaring informasi dan memahami perspektif yang berbeda.

Kemampuan untuk berdialog dengan hormat dan menghargai pendapat orang lain adalah keterampilan penting yang harus ditanamkan sejak dini.

Baca Juga: Guru penggerak, upaya mendorong perubahan melalui pendidikan

Membangun kesadaran toleransi di kalangan pelajar Indonesia adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa yang harmonis.

Dengan melibatkan pendidikan, keluarga, media, dan komunitas, Indonesia dapat melangkah maju menuju masyarakat yang menghormati dan merayakan perbedaan, sambil tetap bersatu sebagai satu bangsa.

Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id
Alumni Strata Satu (S1) Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Feodalisme warisan budaya materi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB

ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:44 WIB

ESAI: Pada hari kemerdekaan, biarkan pekerja pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01:26 WIB

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB
X