ESAI : Peran penting pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 2 Juli 2023 | 16:09 WIB
Yaya Suryana  (Pemred GenMilenial.id)
Yaya Suryana (Pemred GenMilenial.id)

Pers memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan fungsi kontrol sosialnya di dalam masyarakat

Sebagai penjaga kebenaran dan pengawas pemerintahan, pers berperan sebagai alat yang kuat untuk membawa transparansi, akuntabilitas, dan keseimbangan ke dalam tatanan sosial. 

Melalui liputan berita, penyelidikan mendalam, dan pemaparan fakta yang akurat, pers berfungsi sebagai pengawal kepentingan publik.

Salah satu fungsi utama pers sebagai kontrol sosial adalah melaporkan kejadian dan masalah yang terjadi dalam masyarakat. 

Dengan memberikan informasi yang jujur dan obyektif, pers dapat memperlihatkan realitas yang terjadi di tengah-tengah kita. 

Baca Juga: Petani garapan, gantungkan hidup pada tuan tanah, ditengah himpitan ekonomi dan harga pupuk yang melambung

Liputan berita yang mendalam dan terperinci membantu masyarakat memahami peristiwa-peristiwa penting dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian, pers memainkan peran penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil oleh masyarakat.

Selain itu, pers juga berfungsi sebagai pengawas pemerintahan. Dalam demokrasi, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. 

Pers berperan sebagai penjaga agar pemerintah tetap bertanggung jawab atas tindakan dan kebijakan yang diambilnya. 

Dalam menjalankan fungsi ini, pers melakukan investigasi yang mendalam terhadap tindakan pemerintah, mengungkapkan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran hak asasi manusia. 

Baca Juga: Ups! Jangan terkecoh, seperti ini perbedaan daging sapi dan kambing

Dengan demikian, pers menjadi pembawa suara bagi warga negara yang tidak memiliki kekuatan dan akses untuk melawan ketidakadilan.

Tidak hanya itu, pers juga berperan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat yang rentan dan terpinggirkan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X