Cekcok antrean sate taichan, kronologi prajurit TNI ditikam 10 kali hingga tewas di Tangerang

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 28 Juli 2026 | 18:06 WIB
Kasus pengeroyokan dan penusukan prajurit TNI AD di Tangerang karena cekcok antrean sate taichan (Instagram/reskrim.tangsel)
Kasus pengeroyokan dan penusukan prajurit TNI AD di Tangerang karena cekcok antrean sate taichan (Instagram/reskrim.tangsel)

GENMILENIAL.ID — Polisi mengungkap kronologi tewasnya seorang prajurit TNI, Prada Arif Budiman Sampurna, yang menjadi korban pengeroyokan dan penusukan di Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua, Tangerang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026, dan melibatkan sekelompok pelaku yang diduga berjumlah sembilan orang.

Korban dilaporkan mengalami 10 luka tusukan yang menyebabkan dirinya meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden tragis itu dipicu oleh kesalahpahaman saat antre membeli sate taichan.

Baca Juga: Laporan ke Gubernur Jabar, polisi akui CCTV minim jadi kendala penyelidikan kasus satpam tewas terborgol di Waduk Jatiluhur

Berawal dari cekcok saat antre

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan bahwa peristiwa bermula di area parkir tempat penjual sate taichan berjualan.

“Berawal dari parkiran di mana ada satu penjual sate taichan. Kenapa ada pertikaian ini? Jadi, para pelaku memesan empat porsi sate taichan, namun menurut korban, sate taichan tersebut milik korban,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.

Perbedaan pendapat tersebut kemudian berkembang menjadi cekcok dengan nada tinggi. Situasi semakin memanas hingga berujung aksi kekerasan.

Baca Juga: Heboh di medsos, polisi bantah kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak dan jasadnya hilang

“Jadi, awal mula cekcok hingga kemudian ada beberapa orang yang memukul pertama, lalu kejar-mengejar, hingga pada akhirnya di satu jalan raya korban ditusuk,” lanjutnya.

Polisi menyebut korban mengalami total 10 luka tusukan, masing-masing lima di bagian depan dan lima di bagian belakang tubuh.

Korban sempat lari, pelaku mengejar

Setelah terjadi pemukulan, korban berusaha melarikan diri untuk menghindari serangan lanjutan. Namun, upaya tersebut justru memicu pelaku untuk mengejar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X