Kau bangun kemandirian kami
seperti petani membangun lumbung,
kau kukuhkan karakter kami
seperti para penempa baja.
Baca Juga: Tragedi miras oplosan di Subang: 8 tewas, polisi buru pemasok gembling beracun
Hati emas itu berdegup,
sosok yang berdiri teguh,
buku terbuka menanti masa depan.
Semua adalah cermin darimu
yang ingin bangsa ini maju,
kami melihat makna dedikasi,
menunduk pada keteguhan profesi.
Engkaulah tiang,
engkaulah akar,
engkaulah pagi
yang membuat negeri
tak pernah kekeringan mimpi.***
Fileski Walidha Tanjung adalah penyair kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis puisi di berbagai media nasional. Buku puisi terbarunya berjudul 'Diksi Emas'. Sehari-hari mengajar seni budaya di SMA Negeri 2 Madiun
Artikel Terkait
Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020
Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam
Sinopsis buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' karya Ai Lundeng
Subang Nyastra Volume 4 hadirkan bincang dan pentas sastra di Subang Creative Center
Subang Nyastra Vol. 4: Sastra jadi ruang hidup, terapi jiwa, dan identitas bangsa
ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme