ESAI: Satu Suro, ketika semesta berbisik dan energi mengamini

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:50 WIB
Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja
Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja

Kalender Jawa, seperti banyak kalender tradisional lainnya, sangat terkait dengan siklus bulan (kalender qomariyah).

Penelitian dalam kronobiologi (studi tentang ritme biologis) menunjukkan bahwa siklus bulan dapat memengaruhi perilaku manusia dan hewan, meskipun mekanismenya masih diperdebatkan.

Baca Juga: Evakuasi Juliana Marins tuntas, jenazah pendaki Brasil diterbangkan dari Rinjani ke RS Bhayangkara NTB

Perubahan mood, tingkat energi, atau bahkan mimpi, bisa jadi terkait dengan fluktuasi medan gravitasi atau elektromagnetik yang terkait dengan fase bulan.

Satu Suro terjadi pada awal bulan Muharram dalam kalender Islam, yang merupakan bulan pertama kalender Qomariyah.

Sebagaimana disampaikan oleh Foster, R. G., & Kreitzman, L. (2009) dalam bukunya yang berjudul 'Rhythms of Life: The Biological Clocks that Control the Daily Lives of Every Living Thing.' yang diterbitkan oleh Yale University Press.

Meskipun tidak secara spesifik membahas Satu Suro, buku ini memberikan dasar ilmiah tentang ritme biologis yang dipengaruhi lingkungan.

Baca Juga: WNI ceritakan momen mencekam saat perang Iran-Israel: Setiap malam ada serangan

Malam Satu Suro menghadirkan Efek Plasebo dan Kekuatan Keyakinan bagi masyarakat Jawa. Ritual dan keyakinan kolektif pada Satu Suro dapat memicu efek plasebo yang kuat.

Ketika individu atau komunitas sangat meyakini bahwa suatu ritual akan membawa berkah atau pembersihan, otak dapat melepaskan neurotransmitter yang memicu rasa tenang, fokus, dan kesejahteraan.

Ini bisa menjelaskan mengapa banyak orang merasakan ketenangan batin atau pengalaman spiritual yang intens selama Satu Suro.

Narasi tersebut bisa kita temukan pada pemikiran Kaptchuk, T. J., & Miller, F. G. (2015) dalam bukunya yang berjudul 'Placebo effects: Dabbling in a dark art. JAMA Internal Medicine, 175 (1), 101-103.'.

Baca Juga: Presiden Prabowo terima panggilan dari Presiden Korea Selatan, ini poin-poin yang dibahas

Meskipun lagi-lagi tidak spesifik Satu Suro, pemikiran dalam buku ini mendukung gagasan bahwa keyakinan kuat dapat memiliki efek nyata pada pengalaman subyektif.

Malam Satu Suro menghadirkan Resonansi Schumann dan Meditasi Kolektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X