Evakuasi Juliana Marins tuntas, jenazah pendaki Brasil diterbangkan dari Rinjani ke RS Bhayangkara NTB

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 27 Juni 2025 | 23:37 WIB
Proses evakuasi jenazah pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani (Instagram/btn_gn_rinjani)
Proses evakuasi jenazah pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani (Instagram/btn_gn_rinjani)

GENMILENIAL.ID – Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang tewas usai terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani, akhirnya tuntas pada Rabu, 25 Juni 2025.

Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah dari titik Cemara Nunggal dan membawanya ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk keperluan otopsi dan penanganan lebih lanjut.

Evakuasi dilakukan sejak pagi hari menggunakan metode lifting dari lokasi jurang yang memiliki kedalaman sekitar 150–200 meter, sebelum kemudian ditandu menyusuri jalur pendakian hingga ke posko Sembalun.

Baca Juga: WNI ceritakan momen mencekam saat perang Iran-Israel: Setiap malam ada serangan

Setelah itu, jenazah langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit.

“Alhamdulillah proses evakuasi jenazah korban berjalan lancar sesuai rencana. Tim menghadapi tantangan medan dan cuaca, tapi tetap bekerja maksimal,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Juni 2025.

Juliana Marins dilaporkan jatuh saat mendaki bersama rombongan pada Sabtu, 21 Juni 2025. Ia tergelincir di jalur Cemara Nunggal saat hendak menuju puncak Gunung Rinjani melalui jalur pendakian Sembalun.

Proses pencarian memakan waktu hampir tiga hari, dengan cuaca buruk menjadi tantangan utama yang membuat evakuasi sempat ditunda pada Selasa.

Baca Juga: Presiden Prabowo terima panggilan dari Presiden Korea Selatan, ini poin-poin yang dibahas

Peristiwa tragis ini menarik perhatian internasional, terutama setelah media sosial Presiden RI, Prabowo Subianto, dibanjiri komentar dari warganet luar negeri yang meminta perhatian terhadap proses penyelamatan.

Istana pun menyatakan pemerintah terus memantau dan mengadvokasi berbagai kasus serupa yang melibatkan WNI maupun warga asing.

Gunung Rinjani dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian terpopuler di Indonesia, namun medan yang ekstrem dan cuaca yang berubah-ubah membuat jalur ini tergolong berisiko tinggi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pendaki dan pengelola wisata untuk terus memperkuat aspek keselamatan di kawasan pegunungan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X