Tantangan lainnya adalah minimnya lembaga pendidikan yang mampu dijadikan role model atas keberhasilan implementasi konsep wakaf produktif di lembaga pendidikan.
Sebagian besar lembaga masih mengandalkan dana dari orangtua, pemerintah serta donatur tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Sementara lainnya baru sampai pada tahap awal implementasi. Artinya, lembaga pendidikan yang memiliki portofolio bagus dalam implementasi wakaf produktif masih sangat terbatas.
Melihat besarnya tantangan tersebut, edukasi dan sosialisasi secara massif dan simultan oleh badan - badan wakaf kepada pengelola lembaga pendidikan serta masyarakat perlu terus dilakukan.
Baca Juga: Hakim terkemuka Iran Ehsan Bagheri tewas dibunuh saat berangkat kerja, otoritas sebut aksi teroris
Artinya, apa yang terjadi hari ini sejatinya momentum bagi lembaga - lembaga pilantropi (Lembaga Amil Zakat/Badan Wakaf) untuk memperluas kiprahnya di dunia pendidikan.
Selain itu edukasi dan sosialisasi tersebut juga diperlukan agar sekolah dan masyarakat memiliki visi yang sama dalam menyukseskan implementasi konsep wakaf produktif ini.
Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial
Artikel Terkait
LAZ Assyifa Peduli dan Badan Wakaf Assyifa salurkan 20.183 paket Ramadhan untuk masyarakat Kabupaten Subang dan Palestina
Perayaan Milad ke-112, PD Muhammadiyah Kota Metro, Provinsi Lampung resmikan edupark dan terima wakaf tanah 6,3 hektar
Peringati HSN 2024, Badan Wakaf Assyifa optimalkan hasil wakaf produktif, ini yang dilakukan
Hari Guru, Badan Wakaf Assyifa berikan apresiasi kepada 128 dai dan guru ngaji di 4 desa yang ada di Kabupaten Subang melalui program Wakaf Produktif
ESAI : Wakaf produktif dan ketahanan finansial lembaga pendidikan
ESAI: Destinasi bernama ramah, Hariyanto dan siasat menyusun wajah wisata Indonesia
ESAI: Paus Leo XIV dan harapan perdamaian untuk Gaza