Penurunan daya beli masyarakat yang sudah terasa sejak beberapa tahun terakhir nyatanya membawa dampak yang cukup besar bagi dunia pendidikan.
Selain menghadapi penurunan jumlah pendaftar secara signifikan, sekolah-sekolah yang bernaung di bawah yayasan (swasta) juga tengah berjuang keras mengatasi tingginya jumlah tunggakan orangtua.
Padahal, dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah semakin tinggi dari waktu ke waktu.
Program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru serta pemenuhan kebutuhan sarana penunjang pembelajaran dikhawatirkan akan terhambat apabila kondisi semacam ini berlangsung cukup lama.
Di sisi lain, kebijakan lembaga untuk menahan ijazah siswa sebagai jalan terakhir agar orang tua segera menunaikan kewajibannya, nampaknya sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
Selain bertentangan dengan aturan yang berlaku, cara semacam ini juga nyatanya tidak mampu mendongkrak pendapatan lembaga secara signifikan.
Sebaliknya, ijazah siswa yang 'tertahan' di sekolah justru tak jarang menimbulkan permasalahan baru bagi kedua belah pihak.
Menyikapi kondisi yang sedang tidak baik-baik saja tersebut, beragam cara pun ditempuh oleh lembaga untuk dapat tetap bertahan.
Mulai dari menurunkan (sebagian) biaya pendidikan yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya pendapatan guru, sampai dengan merumahkan sebagian pendidiknya karena minimnya jumlah siswa baru.
Jika kondisi semacam ini berlangsung terus menerus, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya kualitas layanan pendidikan.
Apa yang penulis paparkan di atas sejatinya menunjukkan semakin beratnya tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, di masa kini dan masa yang akan datang.
Fenomena di atas juga secara tidak langsung mendorong pengelola lembaga untuk lebih kreatif dalam mencari sumber-sumber pendanaan selain dari orangtua dan pemerintah.
Artikel Terkait
LAZ Assyifa Peduli dan Badan Wakaf Assyifa salurkan 20.183 paket Ramadhan untuk masyarakat Kabupaten Subang dan Palestina
Perayaan Milad ke-112, PD Muhammadiyah Kota Metro, Provinsi Lampung resmikan edupark dan terima wakaf tanah 6,3 hektar
Peringati HSN 2024, Badan Wakaf Assyifa optimalkan hasil wakaf produktif, ini yang dilakukan
Hari Guru, Badan Wakaf Assyifa berikan apresiasi kepada 128 dai dan guru ngaji di 4 desa yang ada di Kabupaten Subang melalui program Wakaf Produktif
ESAI : Wakaf produktif dan ketahanan finansial lembaga pendidikan
ESAI: Destinasi bernama ramah, Hariyanto dan siasat menyusun wajah wisata Indonesia
ESAI: Paus Leo XIV dan harapan perdamaian untuk Gaza