Keadilan, dalam Islam, bukan sebatas distribusi materi. Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa adil adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya, sesuai dengan hakikatnya.
Maka pertanyaannya: apakah seorang lelaki yang tidak mampu memahami psikologi perempuan, atau gagal mengelola komunikasi rumah tangga, layak memikul proyek besar bernama poligami? Ataukah justru ia sedang memperalat teks untuk membenarkan kekerdilan dirinya?
Di sinilah kita perlu menghadirkan kembali tafsir yang hidup, yang berani membaca ulang realitas dengan kejujuran intelektual.
Dalam masyarakat yang telah mengalami pergeseran struktural—di mana perempuan bisa mandiri secara ekonomi, berdaya secara sosial, dan tidak lagi menunggu 'penyelamat' dalam bentuk suami kedua—maka poligami kehilangan urgensi sosialnya.
Baca Juga: Baim Wong minta Paula Verhoeven tak perlu banding soal hak asuh anak: Saya benci banget
Ia menjelma menjadi artefak: benda tua yang dulunya bermakna, kini dipajang sebagai simbol kekuasaan yang absurd.
Para filsuf Muslim klasik seperti Ibn ‘Arabi menekankan pentingnya kesadaran spiritual dalam semua relasi.
Cinta, bagi Ibn ‘Arabi, adalah cermin dari Tuhan; dan relasi yang tidak didasari cinta yang sejati adalah bentuk penyimpangan terhadap tauhid.
Maka dalam kacamata mistik ini, poligami tanpa cinta—atau lebih tepatnya: poligami yang menyakiti—islamis secara tampilan, tetapi profan secara substansi.
Baca Juga: Baim Wong dan Paula Verhoeven resmi bercerai, hak asuh jatuh ke tangan siapa?
Kritik terhadap poligami hari ini bukanlah upaya membatalkan syariat, melainkan mendekatkannya kembali pada maqashid-nya: perlindungan terhadap jiwa, akal, kehormatan, dan keturunan.
Jika poligami hari ini lebih banyak melahirkan luka daripada perlindungan, maka membatasi atau menunda praktiknya adalah bentuk ijtihad kontekstual.
Umar bin Khattab pernah menangguhkan hukuman potong tangan di masa paceklik, padahal itu ayat eksplisit.
Maka bukankah menangguhkan poligami dalam situasi sosial yang tidak mendukung juga bisa dibenarkan secara prinsip?
Artikel Terkait
Ramai soal Pj Gubernur Jakarta yang bolehkan ASN poligami, Mendagri: Saya akan tanya
Pramono pastikan tidak izinkan ASN Jakarta poligami di eranya, begini tanggapan berbagai parpol
Pahalanya setara setahun berpuasa, ini 3 niat puasa 6 hari di bulan Syawal sesuai dengan kondisi saat akan memulai
Hadis dan sejarah salat Idul Fitri di lapangan yang umum dilakukan di Indonesia
Pemeran Walid akui soal tokohnya yang viral dalam serial bidaah, bongkar tentang adegan ‘menantang’ yang dilakukannya
Kata Walid soal serial bidaah yang viral di berbagai negara karena adegan yang berani
ESAI: Menggelitik tersendat: Catatan centil tentang tiga baris batavian haiku