ESAI: Dinamika ketertarikan dan meninggalkan agama di negara-negara maju

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Minggu, 13 April 2025 | 15:45 WIB
Fileski Walidha Tanjung, Penulis
Fileski Walidha Tanjung, Penulis

Baca Juga: Berani tandai akun medsos Atalia Praratya, begini isi pesan permintaan maaf Lisa Mariana

Maka, dari semua ini, barangkali kita perlu bertanya ulang: apakah dunia yang kita bangun hari ini adalah dunia yang benar-benar kita inginkan untuk dihuni esok hari? Ataukah kita sedang membangun istana yang indah namun tanpa fondasi jiwa?

Di tengah gegap gempita peradaban, mungkinkah yang paling dibutuhkan manusia modern justru adalah hening, hening untuk mendengar kembali suara yang selama ini tenggelam: suara dari dalam diri, dan suara dari Yang Maha Dalam. 

Fileski Walidha Tanjung, pendidik, penulis, penyair yang tinggal di Madiun, Jawa Timur. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Feodalisme warisan budaya materi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB

ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:44 WIB

ESAI: Pada hari kemerdekaan, biarkan pekerja pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01:26 WIB

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB
X