GENMILENIAL.ID – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey meminta seluruh guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Subang tidak melakukan penyimpangan di lingkungan sekolah.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul peristiwa yang terjadi baru-baru ini di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Pamanukan.
Kang Rey menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh tenaga pendidik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Subang.
Baca Juga: Jejak biadab dugaan santriwati alami pelecehan di Ponpes Sleman, dari rudapaksa hingga hamil
Pesan itu disampaikan Kang Rey saat melaksanakan kegiatan Saba Desa dengan rute di wilayah Kecamatan Dawuan, Jumat 11 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ia turut meninjau pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas SDN Buahdua di Desa Cisampih.
Kang Rey minta tak ada penyimpangan di Sekolah
Menanggapi peristiwa yang terjadi di salah satu SMA Negeri di Pamanukan, Kang Rey meminta para tenaga pendidik menjaga sikap dan menjalankan tugasnya dengan baik.
Ia secara khusus mengingatkan para pengajar di lingkungan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Subang agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang.
“Saya tidak ingin ada hal itu terjadi lagi, apalagi di sekolah SD dan SMP Negeri. Imbauan untuk seluruh pengajar tenaga pendidik yang berada di Kabupaten Subang, agar jangan sampai ada teman-teman kita melakukan penyimpangan-penyimpangan, dan bisa memberikan pembelajaran yang efektif, tepat sasaran untuk siswa-siswi SD SMP di Kabupaten Subang,” pungkasnya.
Menurut Kang Rey, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam memberikan pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Subang.
Karena itu, ia meminta para guru tidak hanya menjalankan proses belajar mengajar, tetapi juga menjaga lingkungan pendidikan agar tetap mendukung siswa dalam memperoleh pembelajaran yang efektif.
Baca Juga: Usai viral disebut 18 tahun tak tersentuh renovasi, SDN Mboeng di NTT kini direvitalisasi
Artikel Terkait
Viral dugaan pelecehan dosen UNU Blitar, 15 mahasiswi jadi korban, pelaku dinonaktifkan sementara
Dugaan pelecehan hingga pesan chat oknum guru yang tersebar, viral siswa SMAN 1 Solok Selatan bawa banner ‘stop penyimpangan’
Kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Kronologi hingga chat oknum guru yang sebut dirinya ‘Ayah’ tersebar
Dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Oknum guru dinonaktifkan dari jabatan Wakasek hingga dilarang mengajar
Pelecehan seksual di SMAN 1 Pamanukan: Oknum guru didemo siswa, jadi tersangka hingga ditahan di Rutan Mapolres Subang
Terjerat kasus dugaan pencabulan anak, Wakasek SMAN 1 Pamanukan terancam 12 tahun penjara
Polisi sebut korban dugaan pencabulan Wakasek SMAN 1 Pamanukan bisa bertambah