Baca Juga: Pemerintah berencana perpanjang bansos hingga Desember 2024
Para pengelola lembaga tersebut harus rela kehilangan guru-guru terbaiknya yang sudah lama mereka latih untuk berkiprah di lembaganya.
Adapun motif ekonomi menjadi dasar yang paling kuat atas hengkangnya ribuan guru sekolah swasta tersebut ke sekolah negeri.
Bagi sebagian pengelola lembaga, memang tidak mudah bagi mereka untuk menaikkan biaya pendidikan guna meningkatkan kesejahteraan guru di tengah kemampuan orangtua yang terbatas dan sengitnya persaingan dengan sekolah lainnya.
Berbagai permasalahan yang dialami oleh lembaga pendidikan swasta tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi apabila para pengelolanya benar-benar memiliki tekad dan upaya yang sungguh-sungguh untuk menjadikan lembaganya sebagai lembaga yang ramah guru dan anak.
Baca Juga: Presiden Jokowi saksikan pengucapan sumpah Suharto sebagai Wakil Ketua MA
Pada dasarnya, ada empat sumber pendanaan yang dapat digunakan oleh sekolah swasta untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Pertama, dana dari pemerintah melalui BOS dan BPMU, kedua dana dari orangtua yang dibayarkan setiap bulan, ketiga donator tetap dan keempat adalah keuntungan yang diperoleh lembaga melalui unit-unit usahanya.
Sayangnya, sumber pendanaan yang keempat ini sering kali diabaikan oleh sebagian (besar) pengelola lembaga.
Padahal, kehadiran unit-unit bisnis atau usaha produktif tersebut akan mampu menjadi salah satu penyangga keuangan lembaga apabila dana bantuan dari pemerintah maupun orangtua belum juga mampu menutupi kebutuhan lembaga untuk membiayai program-program strategisnya (kesejahteraan guru, sarana yang memadai dan program unggulan).
Baca Juga: 8 Cara mudah dan alami turunkan gula darah di rumah
Agar slogan 'education for all' dapat benar-benar diwujudkan, diperlukan niat yang tulus serta tekad yang kuat dari pengelola lembaga untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi guru, siswa dan orangtuanya.
Dalam hal ini kehadiran pengelola lembaga yang memiliki integritas dan kapabilitas menjadi sebuah keniscayaan.
Pendirian lembaga pendidikan yang tidak disertai dengan pembangunan unit-unit usaha produktif secara profesional bukan hanya akan membuat kastanisasi di dunia pendidikan semakin kental.
Lebih dari itu, biaya pendidikan yang semakin tinggi dari waktu ke waktu akan mempersempit kesempatan putra putri terbaik bangsa untuk mengembangkan bakat serta potensinya.
Artikel Terkait
ESAI : Peran penting pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Setelah lulus guru penggerak, kok jadi sombong?
ESAI : Pencegahan kekerasan di satuan pendidikan berbasis pancasila dan kearifan lokal di Provinsi Jawa Barat
ESAI : Spirit Sumpah Pemuda dan persiapan pemilu serentak 2024