ESAI : Guru penggerak, bergerak, menggerakkan, berdampak dan menginspirasi

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Senin, 4 Desember 2023 | 10:39 WIB
Idris Apandi, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat 2019-2024
Idris Apandi, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat 2019-2024

Baca Juga: Panen Karya P5, PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Subang ajak tenaga pendidik untuk bertranformasi menuju era digitalisasi

Selama mengikuti pendidikan, seorang CGP harus berjibaku membagi waktu dan tenaga dengan tugas rutinnya sebagai guru dan tugas-tugas lainnya. 

Oleh karena itu, diperlukan sebuah ketahananan dalam melaksanakannya. Dalam mengikuti CGP, bukan hanya diperlukan ketahanan fisik dan stamina, tapi juga diperlukan ketahanan mental. 

Tugas yang cukup banyak jika tidak dihadapi dengan tenang dan cerdas, maka bisa saja menyebabkan stres sehingga bisa berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental. 

Oleh karena itu, pendidikan CGP adalah sebuah kawah candradimuka yang selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, juga melatih mental, serta membentuk karakter guru sebagai seorang pemimpin pemelajaran.

Baca Juga: Masuki musim penghujan, Kadinkes Subang berikan tips ini agar masyarakat terhindar dari DBD

Kita tentu perlu memberikan apresiasi terhadap calon guru penggerak yang lulus pendidikan CGP. 

Mereka telah berjuang dengan keras dari awal sampai dengan akhir. Mereka pun wajar bangga dengan pencapaian tersebut. 

Walau demikian, hal yang paling utama bagi seorang CGP adalah bukan bagaimana dia bisa mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP) tersebut, tetapi bagaimana dia bisa menerapkan hal yang dipelajarinya melalui PGP dalam proses pembelajaran.

Bisa berdampak terhadap peningkatan mutu proses pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student centre).

Baca Juga: Implementasi Kurikulum Merdeka, SMPN 3 Subang gelar Panen Karya P5, menampilkan berbagai kreatifitas dari kelas peminatan anak

Menciptakan pembelajaran yang bermakna, dan berdampak terhadap pembentukan karakter serta prestasi peserta didik baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. 

Di sinilah komitmen dari lulusan PGP dimulai dan mutunya akan diuji seiring dengan waktu.

Seorang lulusan PGP diharapkan bukan hanya membuat dirinya pintar dan bergerak sendiri, tetapi harus bisa memotivasi, menginspirasi, membantu, dan menggerakkan rekan-rekan sejawatnya melalui komunitas belajar baik di satuan pendidikan tempatnya bertugas atau pun di komunitas antarsatuan pendidikan. 

Bahkan diharapkan bisa berdampak lebih luas lagi mengingat saat ini akses untuk komunikasi dan proses pembelajaran bisa dilakukan secara daring via zoom, google for education, atau perangkat digital lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X