Baca Juga: Peduli kemanusiaan, OSIS SMPN 6 Subang galang donasi untuk Palestina
Menjadi seorang pendidik memliki tanggung jawab yang sangat besar tidak hanya mengajarkan cara menulis, membaca, menghitung dan kegiatan yang lain di luar sekolah, tetapi guru bertanggung jawab sebagai pengganti orang tua ketika di sekolah.
Dengan berbagai tanggung jawab itulah guru akan cenderung mengalami stres yang tinggi dibanding profesi yang lain.
Terjadinya stres kerja sebagai guru juga di pengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar sebagai risiko dari pekerjaan yang diemban.
Selain itu, guru sebagai profesi yang sangat menantang dan mulia, terdapat banyak tantangan yang harus di hadapi dimana guru memiliki sejumlah tanggung jawab, seperti dalam hal manajemen kelas, perencanaan pembelajaran, partisipasi di kelas, mengevaluasi siswa, dan pengelolaan berbagai sumber untuk pembelajaran.
Baca Juga: Tiga kali berturut-turut, Pemda Subang raih penghargaan Swasti Saba dari Kementerian Kesehatan RI
Dengan demikian, guru sangat rentan mengalami kelelahan yang berdampak pada kualitas pengajaran dan motivasi siswa dalam belajar.
Stres yang dialami guru dapat berdampak pada personal guru, dimana mengalami kebosanan, dan kemampuan guru dalam mengelola kelas dengan baik.
Stres yang dialami guru juga menyebabkan adanya ganguan kualitas tidur yang berkontribusi pada pengembangan gejala depresi dan mencegah pemulihan kembali.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka sangat perlu menelusuri semua faktor yang menjadi penyebab guru mengalami stres.
Sayangnya, untuk mencari penyebab stres yang dialami guru masih jarang dilakukan dalam konteks pendidikan Indonesia.
Saat stres yang dialami oleh guru tidak dibahas atau dikaji dan diteliti, maka secara tidak langsung hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, setiap guru bukan hanya harus menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampai kepada peserta didik. Namun, harus menyiapkan mental ketika menghadapi para peserta didik yang akan menguras emosional.
Dengan ini, yang harus diperhatikan bukan hanya psikologi siswa tetapi psikologi guru juga harus diperhatikan karena rentan banyak guru yang stres ketika mengajar.
Artikel Terkait
ESAI : Tingkat keterbukaan dengan gangguan kecemasan di lingkungan keluarga
ESAI : Tingkat perceraian makin tinggi, apa penyebabnya?
ESAI : Stop bullying! demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah
ESAI : Guru dan tantangan zaman, adab murid terhadap guru semakin terlupakan
ESAI : Rendahnya minat baca pada anak
ESAI : Moderasi beragama
ESAI : Penerapan pendidikan karakter bagi pembentukan sikap siswa