ESAI : Guru mengalami tingkat stres yang tinggi, apa solusinya?

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Kamis, 30 November 2023 | 11:00 WIB
Achmad Rofi'i Jamaludin, Mahasiswa STAI Riyadhul Jannah Subang
Achmad Rofi'i Jamaludin, Mahasiswa STAI Riyadhul Jannah Subang

Baca Juga: Peduli kemanusiaan, OSIS SMPN 6 Subang galang donasi untuk Palestina

Menjadi seorang pendidik memliki tanggung jawab yang sangat besar tidak hanya mengajarkan cara menulis, membaca, menghitung dan kegiatan yang lain di luar sekolah, tetapi guru bertanggung jawab sebagai pengganti orang tua ketika di sekolah. 

Dengan berbagai tanggung jawab itulah guru akan cenderung mengalami stres yang tinggi dibanding profesi yang lain.

Terjadinya stres kerja sebagai guru juga di pengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar sebagai risiko dari pekerjaan yang diemban. 

Selain itu, guru sebagai profesi yang sangat menantang dan mulia, terdapat banyak tantangan yang harus di hadapi dimana guru memiliki sejumlah tanggung jawab, seperti dalam hal manajemen kelas, perencanaan pembelajaran, partisipasi di kelas, mengevaluasi siswa, dan pengelolaan berbagai sumber untuk pembelajaran. 

Baca Juga: Tiga kali berturut-turut, Pemda Subang raih penghargaan Swasti Saba dari Kementerian Kesehatan RI

Dengan demikian, guru sangat rentan mengalami kelelahan yang berdampak pada kualitas pengajaran dan motivasi siswa dalam belajar. 

Stres yang dialami guru dapat berdampak pada personal guru, dimana mengalami kebosanan, dan kemampuan guru dalam mengelola kelas dengan baik. 

Stres yang dialami guru juga menyebabkan adanya ganguan kualitas tidur yang berkontribusi pada pengembangan gejala depresi dan mencegah pemulihan kembali.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka sangat perlu menelusuri semua faktor yang menjadi penyebab guru mengalami stres. 

Baca Juga: Alun-alun Subang telah diresmikan, Pemda Subang dan Kang Emil minta agar masyarakat turut merawat dan menjaganya

Sayangnya, untuk mencari penyebab stres yang dialami guru masih jarang dilakukan dalam konteks pendidikan Indonesia. 

Saat stres yang dialami oleh guru tidak dibahas atau dikaji dan diteliti, maka secara tidak langsung hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. 

Oleh karena itu, setiap guru bukan hanya harus menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampai kepada peserta didik. Namun, harus menyiapkan mental ketika menghadapi para peserta didik yang akan menguras emosional. 

Dengan ini, yang harus diperhatikan bukan hanya psikologi siswa tetapi psikologi guru juga harus diperhatikan karena rentan banyak guru yang stres ketika mengajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X