ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Sabtu, 9 September 2023 | 23:34 WIB
Idris Apandi, Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat
Idris Apandi, Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat

Baca Juga: 10 Manfaat daun mangga untuk kesehatan, salah satunya bisa menurunkan gula darah

Sekolah tersebut menerima ABK. Dari 750 orang siswa, berdasarkan asesmen psikolog tercatat sebanyak 64 orang ABK yang belajar di sekolah tersebut.

Dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodir multikecerdasan dan multi gaya belajar, tarian yang disajikan oleh SD IT Amalia adalah pembelajaran yang mengasah multikecerdasan siswa yang memiliki ragam gaya belajar. 

Menurut saya, sebuah tarian seperti tari Ratoh Jaroe bisa melatih beberapa kecerdasan siswa seperti kecerdasan musikal (suara alat musik dan nyanyian), kinestetik (praktik gerakan tari), visual-spasial (kesamaan, keserasian, dan keharmonisan gerakan yang dilakukan), logis-matematis (menghitung setiap jumlah gerakan), intrapersonal (fokus, konsentrasi dan pengendalian diri), dan interpersonal (kerja sama, komunikasi, dan koordinasi). 

Ibarat peribahasa, sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui. Tarian tersebut juga mengakomodir kebutuhan belajar siswa dengan gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik secara bersamaan.

Baca Juga: Prihatin pungli hingga puluhan juta, aktivis buruh desak Pemda Subang segera sahkan Perda Ketenagakerjaan

Ada suara musik yang lebih cocok dengan siswa yang bergaya belajar auditori, ada tampilan gerakan yang cocok dengan siswa yang bergaya belajar visual, dan gerakan itu sendiri yang cocok dengan siswa yang bergaya belajar kinestetik.

Sekolah ini memiliki program unggulan yaitu Metode cara menghal Al-Qur’an tersebut bernama Metode Menghapal Mudah Semudah Menggerakkan Tangan (MM SEMUT). 

Metode ini dikembangkan oleh Dra. Neneng Herawati selaku pengurus yayasan. Didampingi oleh Kepala Sekolah SDS IT Amalia Sri Suhartati, S.Pd. dan beberapa orang guru, Neneng menyampaikan bahwa metode tersebut sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan anak dalam menghapal Al-Qur’an. 

Siswa yang bergaya belajar auditori terbantu dengan suara hapalannya, siswa yang bergaya belajar visual dengan terbantu dengan tulisan dan tampilan gerakan tangan/tubuh, dan siswa yang bergaya belajar kinestetik terbantu melalui gerakan sambil mendengar dan melihat gerakannya. Saya pun mencoba mempraktikkan metode ini. 

Baca Juga: Jelang akhir jabatan H. Ruhimat, aliansi serekat buruh Subang geruduk kantor Bupati, ini tuntutanya!

Ternyata memang menghapal Al-Qur’an menjadi lebih mudah dan lebih menarik. Selain hapalan ayat atau surat tertentu dengan metode SEMUT, siswa juga mampu menghapal surat-surat lainnya, misalnya siswa kelas 1 bisa hapal Al-Quran juz 30, anak kelas 2 hapal juz 29 dan 30. Anak kelas 3 hapal juz 28, 29, dan 30. Selain itu, mereka juga hapal surat-surat tertentu seperti surat Yasin dan surat Kahfi.

Pada saat menyambut saya beserta rekan saya, selain tarian, ada hal lain yang ditampilkan oleh siswa SDS IT Amalia, yaitu hapalan qur’an dan tarian yang terinspirasi dari lagu 'Hayya Hayya' soundtrack Piala Dunia Qatar 2022. 

Kemampuan hapalan dan ketaktisan siswa dalam menari semakin menambah kekaguman saya. Hal yang ditampilkan pada saat itu menunjukkan bahwa siswa SDS IT selain diarahkan agar cemerlang kognitifnya (hapalan), juga bagus dalam sikap (afektif), dan kuat kognitifnya. 

Pembelajaran melaui metode hapalan, media tarian, musik, dan gerakan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X