Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menyoroti belum adanya kepastian jumlah ASN yang akan dipindahkan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil pastikan keamanan pasokan LPG 3 kg jelang Nataru
“Dari 1,3 juta ASN pusat itu, berapa yang akan beraktivitas di IKN?” tanya Rifqinizamy.
Ia menekankan bahwa kejelasan jumlah ini penting agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi juga benar-benar berfungsi.
Rifqinizamy juga menyinggung soal kebutuhan rumah ASN, kesiapan layanan pendukung, hingga intervensi perbankan agar proses relokasi tidak menimbulkan hambatan.
Bangunan bisa jadi mubazir jika tidak ditempati
DPR mengingatkan bahwa bangunan yang telah berdiri di IKN dapat menjadi pemborosan jika tidak segera difungsikan.
Baca Juga: Presiden Prabowo beri rehabilitasi pada tiga mantan Direksi ASDP yang terseret kasus korupsi
“Infrastruktur yang sudah dibangun, kalau tidak cepat difungsikan juga akan mubazir,” ujar Rifqinizamy.
Ia menegaskan DPR siap mendukung penyusunan regulasi yang diperlukan untuk mempermudah mutasi ASN ke IKN.***
Artikel Terkait
Basuki Hadimuljono optimis IKN siap jadi Ibu Kota Politik 2028, dapat dukungan pembiayaan dari Menkeu Purbaya
Anthony Budiawan sebut IKN langgar konstitusi sejak awal, soroti pembentukan Badan Otorita
Otorita IKN beberkan rencana pembangunan tahap II: Anggaran capai Rp270 triliun, 20 ribu pekerja siap dikerahkan
Pemerintah tepis isu IKN jadi kota hantu: Basuki pastikan proyek berlanjut, Purbaya ingatkan jangan percaya media asing
Selain dicap ‘kota hantu’, akademisi ungkap dua isu utama yang bikin IKN jadi sorotan media asing
Akademisi NTU beberkan fakta pembiayaan IKN: Rp122 triliun dari APBN sudah terserap habis
Sulfikar Amir ungkap potensi korupsi dalam proyek IKN: Dua tahun, Rp70 triliun habis, tapi tanpa audit