Viral cekcok penjahit dan pelanggan di Bali, lontarkan dugaan rasisme hingga pengancaman

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 19 Juli 2026 | 22:15 WIB
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali (Instagram/hiddenbyhilda)
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali (Instagram/hiddenbyhilda)

GENMILENIAL.ID - Media sosial tengah ramai dengan video adu argumen antara seorang penjahit dan pelanggannya di Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung, Bali.

Bukan cekcok biasa, video viral tersebut juga memuat dugaan adanya unsur rasisme hingga pengancaman yang dilontarkan oleh penjahit kepada pelanggan tersebut.

Gelombang reaksi dari warganet hingga tokoh publik pun berdatangan usai video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hiddenbyhilda itu viral di jagat media sosial.

Baca Juga: FH UGM pasang badan, beri dukungan dan kecam dugaan intimidasi pada dosennya usai viral komentari mutasi pegawai Kementerian PU

Kronologi cekcok, jahitan tak kunjung selesai

Menurut keterangan pelanggan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @hallo.denpasar, pelanggan tersebut mengantarkan baju ke penjahit pada 30 Juni 2026 dan dijanjikan bisa selesai pada 1 Juli 2026.

Pelanggan diketahui telah membayar biaya jasa jahit di awal. Namun, saat kembali pada tanggal yang dijanjikan, jahitannya belum juga diselesaikan.

Ia kemudian diminta datang kembali pada 2 Juli 2026, tetapi hasilnya tetap sama. Bahkan hingga 3 Juli 2026, pesanan tersebut belum juga rampung.

Baca Juga: Pertama kali ke Subang, wisatawan Jakarta terkesan udara sejuk dan alam asri Ciater

Merasa dirugikan karena waktu yang molor dan janji yang tak ditepati, pelanggan akhirnya meminta uangnya dikembalikan.

Permintaan tersebut memicu cekcok yang kemudian direkam dan viral di media sosial.

“Masalahnya saya bayar lho. Yaudah saya tunggu 10 menit, saya tunggu baju saya. Empat hari lho,” ujar pelanggan dalam video tersebut.

Dugaan rasisme dan ucapan kasar jadi sorotan

Dalam video yang beredar, penjahit terdengar melontarkan kata-kata kasar yang mengarah pada unsur SARA. Ia membandingkan latar belakang pelanggan dengan masyarakat lokal Bali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X