GENMILENIAL.ID — Akademisi Indonesia yang kini menjadi dosen di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, menyoroti potensi terjadinya tindak pidana korupsi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, besarnya anggaran yang dikucurkan dan cepatnya proses pembangunan perlu diimbangi dengan pengawasan ketat, baik dari sisi keuangan maupun kualitas konstruksi.
“Iya, tentu saja (kemungkinan dugaan korupsi) kalau kita lihat misalnya dalam dua tahun pertama, pembangunannya luar biasa cepat, tergesa-gesa dan itu habis sekitar Rp70 triliun sendiri setiap tahun,” ujar Sulfikar dalam podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis, 6 November 2025.
“Coba, dalam satu wilayah kecil ada proyek yang menghabiskan duit sekitar Rp70 triliun dalam waktu dua tahun," tambahnya.
Pertanyakan transparansi dan pengelolaan anggaran
Sulfikar kemudian menyoroti lemahnya transparansi dalam pengelolaan dana proyek pembangunan IKN.
Ia mempertanyakan sejauh mana pemerintah memastikan tidak adanya kebocoran atau penyalahgunaan wewenang dalam prosesnya.
“Gimana mengelolanya itu kalau misal kita ingin meyakinkan bahwa tidak ada kebocoran, tidak ada penyalahgunaan wewenang, dan sebagainya kan,” ucapnya.
Sorotan soal lemahnya kontrol audit
Dalam diskusi yang sama, Bambang Widjojanto selaku host menyoroti lemahnya pengawasan lembaga audit seperti BPK dan BPKP terhadap proyek strategis nasional tersebut.
Baca Juga: KPK bongkar modus pemerasan Gubernur Riau: Uang setoran diduga untuk plesiran ke tiga negara
“Lepas dari pengawasan, tidak ada kontrol. Lembaga-lembaga antikorupsi juga kayaknya nggak ngontrol itu kan,” ujar Bambang.
Artikel Terkait
5 Fakta terkini kebakaran hunian pekerja IKN: 700 orang direlokasi, proyek KIPP diklaim tetap on track
Basuki Hadimuljono optimis IKN siap jadi Ibu Kota Politik 2028, dapat dukungan pembiayaan dari Menkeu Purbaya
Anthony Budiawan sebut IKN langgar konstitusi sejak awal, soroti pembentukan Badan Otorita
Otorita IKN beberkan rencana pembangunan tahap II: Anggaran capai Rp270 triliun, 20 ribu pekerja siap dikerahkan
Pemerintah tepis isu IKN jadi kota hantu: Basuki pastikan proyek berlanjut, Purbaya ingatkan jangan percaya media asing
Selain dicap ‘kota hantu’, akademisi ungkap dua isu utama yang bikin IKN jadi sorotan media asing
Akademisi NTU beberkan fakta pembiayaan IKN: Rp122 triliun dari APBN sudah terserap habis