GENMILENIAL.ID – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menyoroti kondisi ruang kelas rusak yang masih ditemukan di sejumlah sekolah.
Ia pun memastikan proses perbaikan akan dikawal ketat melalui pengawasan langsung di lapangan.
Hal itu disampaikannya saat meninjau kegiatan groundbreaking rehabilitasi ruang kelas SD di Kecamatan Binong, Jumat 17 Juli 2026, dalam rangkaian program Saba Desa.
Kang Rey menegaskan, kondisi ruang kelas yang bocor hingga rusak tidak boleh lagi dibiarkan karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa saat belajar.
“Saya ingin ruang kelas yang sudah bocor, yang sudah rusak, itu harus bisa diperbaiki,” tegasnya.
Soroti sekolah rusak, tak mau siswa terganggu
Menurut Kang Rey, lingkungan belajar yang aman dan nyaman merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.
Ia tidak ingin siswa di Kabupaten Subang belajar dalam kondisi yang tidak layak.
Ia bahkan menyinggung potensi risiko yang bisa terjadi jika ruang kelas dibiarkan rusak, seperti kebocoran saat hujan hingga kekhawatiran bangunan yang tidak kokoh.
“Saya ingin anak-anak kita bisa belajar dengan tenang, tanpa kena air hujan atau khawatir sekolahnya rusak,” ujarnya.
Penegasan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sektor pendidikan, khususnya sarana prasarana, menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya.
Artikel Terkait
Ada penghematan uang negara hingga Rp306 triliun, Presiden Prabowo: Saya ingin perbaiki sekolah rusak di Indonesia
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Haru siswa SMP di Sumedang pamit ke teman, diduga putus sekolah demi bantu ortu
Kepala sekolah di Subang soroti tantangan pendidikan, tekankan peran orang tua di era digital
Viral keluhan siswi Malut soal jalur ekstrem ke sekolah, minta dibangunkan jembatan ke Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos
MBG disebut bakal diurus kantin sekolah, mirip pembagian makan siswa yang diterapkan Jepang?
'Mismatch' pendidikan makin nyata: Sekolah dituntut berubah, masyarakat masih terjebak pola lama