Selain dicap ‘kota hantu’, akademisi ungkap dua isu utama yang bikin IKN jadi sorotan media asing

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 November 2025 | 11:43 WIB
Pembangunan IKN mendapat sorotan dari media asing (Instagram/ikn_id)
Pembangunan IKN mendapat sorotan dari media asing (Instagram/ikn_id)

GENMILENIAL.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan publik usai media asing menyorotnya dengan label 'ghost city' atau kota hantu.

Label itu muncul dalam artikel media asal Inggris, The Guardian, bertajuk 'Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a ‘ghost city’' yang terbit pada 29 Oktober 2025.

Akademisi dan peneliti asal Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir, mengakui bahwa perhatian media asing terhadap proyek IKN terus meningkat.

Baca Juga: 5.000 Buruh geruduk DPR tuntut UU Ketenagakerjaan pro pekerja, polisi turunkan 1.464 personel kawal aksi

“Saya beberapa kali dikontak oleh mereka termasuk The Guardian, New York Times, Reuters, Bloomberg. Mereka terus memantau dinamika IKN,” ujar Sulfikar dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis 6 November 2025. 

Ia menjelaskan, media Eropa cenderung menyoroti aspek lingkungan dan demokrasi, dua isu yang dinilai paling krusial dalam proyek ambisius tersebut.

Dua isu yang jadi sorotan media asing

Sulfikar mengungkap, terdapat dua isu utama yang membuat pemberitaan internasional tentang IKN semakin intens, yakni dampak terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.

“Buat mereka, kalau memang ada konsekuensi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, mestinya itu diperhatikan secara matang,” ucapnya.

Baca Juga: Nafa Urbach dinyatakan langgar etik, disanksi nonaktif 3 bulan usai komentar soal tunjangan rumah DPR

Menurutnya, pembangunan IKN seharusnya tidak menyebabkan masyarakat tersingkir dari wilayahnya maupun menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Tapi yang terjadi, masyarakat tersingkir dan lingkungan pelan-pelan dirusak, sementara proyeknya terancam mangkrak. Artinya menjadi kota hantu,” tegas Sulfikar.

Lokasi IKN dinilai tak cocok jadi kota

Lebih lanjut, Sulfikar menilai secara geografis, kawasan IKN tidak ideal untuk dijadikan kota besar karena berdiri di atas tanah dengan potensi tambang batu bara di bawahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X