Dirjen Bea Cukai akui kebijakan CHT belum efektif: Budaya merokok mengakar dan rokok ilegal menguat karena daya beli rendah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 25 November 2025 | 16:24 WIB
Ilustrasi - Dirjen Bea Cukai paparkan kendala pemberantasan rokok ilegal (Unsplash/haim_charbit18)
Ilustrasi - Dirjen Bea Cukai paparkan kendala pemberantasan rokok ilegal (Unsplash/haim_charbit18)

GENMILENIAL.ID — Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC), Djaka Budi Utama, mengakui bahwa kebijakan pengendalian konsumsi rokok melalui Cukai Hasil Tembakau (CHT) masih belum memberikan dampak signifikan.

Produksi rokok dalam negeri tetap tinggi karena permintaan masyarakat tak mengalami penurunan.

Pernyataan itu disampaikan Djaka dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Senin 24 November 2025. 

Ia menegaskan bahwa budaya merokok yang sudah mengakar membuat harga tidak lagi menjadi faktor penentu.

Baca Juga: Motif pembunuhan Alvaro terungkap: Rekam jejak digital ayah tiri buka rencana balas dendam, polisi telusuri pelaku lain

“Sekarang ini masyarakat sepertinya sudah jenuh dengan tingkat harga rokok, yang penting mulutnya berasap,” ujar Djaka.

Menurutnya, meski berbagai komunitas terus menggencarkan kampanye antirokok, tingkat konsumsi tidak mengalami penurunan berarti.

“Selama budaya merokok masih ada, masyarakat akan terus merokok,” imbuhnya.

CHT diakui belum mampu menekan produksi rokok

Djaka menilai kebijakan CHT sejauh ini belum efektif sebagai instrumen pengendalian konsumsi. Produksi rokok justru menunjukkan kenaikan pada dua dari tiga golongan industri.

Baca Juga: Kasus korupsi RSUD Kolaka Timur: KPK tahan 3 tersangka baru, bongkar skema fee DAK hingga lonjakan anggaran Rp170 miliar

Hingga Oktober 2025, DJBC mencatat produksi rokok mencapai 258,4 miliar batang.

Meski turun tipis 2,8 persen dibanding tahun 2024, penurunan hanya terjadi pada golongan 1, sementara golongan 2 dan 3 justru meningkat masing-masing 3,2 persen dan 6 persen.

“Berkaitan dengan kebijakan CHT, tampaknya belum efektif menekan produksi rokok,” kata Djaka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X