Ribuan warga Subang terancam menganggur, APER gelar istigosah desak program MBG dilanjutkan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 3 Juli 2026 | 21:49 WIB
Ratusan warga Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) Subang menggelar istigosah untuk mendukung keberlanjutan program MBG di depan Masjid Agung Al-Musabaqoh, Jumat 3 Juli 2026
Ratusan warga Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) Subang menggelar istigosah untuk mendukung keberlanjutan program MBG di depan Masjid Agung Al-Musabaqoh, Jumat 3 Juli 2026

GENMILENIAL.ID - Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) Kabupaten Subang menggelar istigosah dan doa bersama sebagai bentuk desakan agar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus dilanjutkan.

Kegiatan tersebut berlangsung di depan Masjid Agung Al-Musabaqoh, Subang, Jumat, 3 Juli 2026 sore, dan diikuti oleh relawan, pengelola dapur, hingga pemasok program MBG yang tersebar di berbagai wilayah.

Aksi ini bukan sekadar kegiatan religi, melainkan juga menjadi simbol kekhawatiran masyarakat terhadap potensi hilangnya lapangan pekerjaan jika program MBG tidak kembali berjalan.

Baca Juga: Bupati Subang tegas soal jabatan: Zero rupiah, tak ada jual beli dalam pelantikan 18 PNS

Ancaman nyata pengangguran dari program MBG

Ketua APER Subang, Haris Rismawan, mengungkapkan bahwa program MBG selama ini telah menjadi salah satu sumber penghidupan bagi ribuan warga.

Ia menyebutkan, di Kabupaten Subang terdapat sekitar 156 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Jika setiap unit melibatkan sekitar 50 orang, maka total tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari 7.800 orang.

“Kalau dikalkulasikan, hampir 7.850 orang menggantungkan hidupnya dari program ini. Ini bukan angka kecil,” ujar Haris.

Menurutnya, jika program tersebut dihentikan secara permanen, maka dampak sosial yang ditimbulkan akan sangat besar, terutama meningkatnya angka pengangguran di daerah.

Baca Juga: Daftar lengkap 18 pejabat baru Subang: Dari eselon II hingga IV, ini nama dan jabatan yang dilantik

MBG jadi penopang ekonomi warga kecil

Salah satu pekerja dapur MBG, Nur Komalawati, mengaku program tersebut telah memberikan manfaat langsung bagi dirinya dan masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Program ini sangat membantu masyarakat miskin. Yang sebelumnya tidak punya pekerjaan jadi bisa bekerja,” ungkapnya.

Ia juga mengaku merindukan aktivitas di dapur MBG yang untuk sementara waktu berhenti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X