DBHCT untuk kesehatan bakal ditingkatkan
Sebagai kompensasi atas lemahnya efek pembatasan konsumsi, Djaka mengatakan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) untuk memperkuat sektor kesehatan.
Baca Juga: Nenek Alvaro ungkap alibi janggal keluarga pelaku: Sebut ada ‘orang suruhan’ dan pembungkaman fakta
“Mungkin kita antisipasi bagaimana DBHCT itu untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Pemberantasan rokok ilegal terkendala daya beli
Selain tingginya permintaan rokok legal, Djaka juga menyoroti hambatan besar dalam memberantas rokok ilegal.
Faktor daya beli masyarakat kelas bawah mendorong perokok mencari rokok berharga murah, termasuk produk ilegal.
“Masyarakat itu yang dicari murah, yang penting mulutnya berasap,” kata Djaka.
Perilaku konsumen tersebut membuat produksi dan peredaran rokok ilegal tetap marak meski pengawasan diperketat.
Tarif cukai rokok tidak naik pada 2026
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tarif cukai rokok tahun 2026 tidak akan dinaikkan.
Keputusan ini diambil setelah pertemuan dengan perwakilan industri seperti Djarum, Gudang Garam, dan Wismilak.
“Saya tidak ubah tarif cukai untuk 2026, mereka minta tidak dirubah ya sudah,” kata Purbaya.
Keputusan itu sekaligus mengakhiri wacana penurunan tarif yang sempat dipertimbangkan.***
Artikel Terkait
Mobil BRV yang tabrak bus rombongan bonek lawan arah diduga karena bawa rokok ilegal
Bea cukai Arab Saudi sita 100 slop rokok jemaah calon haji Indonesia, berpotensi ada denda yang harus dibayar
Kodim 0605 Subang bongkar penyelundupan ratusan ribu bungkus rokok ilegal
Tarif cukai rokok 2026 tidak naik, Menkeu Purbaya teken strategi hadang rokok ilegal
Polemik cukai rokok tinggi, pengamat nilai langkah Purbaya penting untuk penyerapan lapangan kerja
Purbaya janji 'sikat' rantai rokok ilegal: Dari marketplace sampai warung kecil
Wacana pemutihan produsen rokok ilegal, langkah Menkeu Purbaya tata industri tembakau kecil