Jerit tangis dr. Icha dalam telepon, jadi percakapan terakhir yang masih membekas di ingatan sang ibu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 1 Juli 2026 | 23:49 WIB
Percakapan terakhir dr. Icha diungkap sang ibu di tengah upaya penyelidikan polisi terkait dugaan intimidasi (Instagram.com/@nowdots)
Percakapan terakhir dr. Icha diungkap sang ibu di tengah upaya penyelidikan polisi terkait dugaan intimidasi (Instagram.com/@nowdots)

GENMILENIAL.ID — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha.

Di tengah proses pemakaman yang berlangsung di Kabupaten Kupang, kesaksian sang ibu, Nur Azizah, menjadi sorotan publik setelah mengungkap percakapan terakhir dengan putrinya yang penuh tangis dan ketakutan.

Percakapan tersebut diduga berkaitan dengan tekanan yang dialami dr. Icha saat bertugas sebagai dokter di RS Leona Kefamenanu.

Hingga kini, kasus dugaan intimidasi tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian serta investigasi Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Ahli toksinologi ungkap detik-detik dokter Icha ditelepon berulang kali: Saya dibentak-bentak

Jeritan dalam telepon yang tak terlupakan

Dengan suara bergetar, Nur Azizah menceritakan momen terakhir komunikasi dengan putrinya.

Ia mengaku mendengar langsung bagaimana dr. Icha menangis dan menjerit saat menghubunginya melalui telepon.

“Anak saya menelepon sambil menangis dan menjerit,” ujar Nur Azizah, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam percakapan itu, dr. Icha mengaku tengah menghadapi situasi yang membuatnya ketakutan.

Baca Juga: Bahlil soal harga BBM nonsubsidi Juli 2026: Kita lihat nanti, harus fair dong!

“Dia bilang, ‘Mama, saya sedang diintimidasi anggota dewan’,” ungkap Nur menirukan ucapan putrinya.

Menurut keterangan keluarga, peristiwa itu terjadi setelah dr. Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di rumah sakit tempatnya bertugas.

Upaya menenangkan yang tak menghapus trauma

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X