Di balik kontroversi latsarmil manajer Kopdes, ada anggaran latihan yang angkanya capai Rp30 juta per orang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 2 Juli 2026 | 03:50 WIB
Kemhan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Kopdes-KNMP usai ramainya kontroversi di media sosial (Instagram.com/@suaraakarrumputt)
Kemhan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Kopdes-KNMP usai ramainya kontroversi di media sosial (Instagram.com/@suaraakarrumputt)

GENMILENIAL.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI resmi menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diproyeksikan menjadi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Keputusan ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan," kata Rico.

"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Kuansing Suhardiman jadi tersangka buntut dugaan suap mobil Land Cruiser demi loloskan Sekda

Kontroversi latsarmil jadi sorotan publik

Sebelum dihentikan, program latsarmil bagi calon manajer Kopdes-KNMP sempat menuai berbagai kontroversi di tengah masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kabar wafatnya lima peserta latsarmil di sejumlah satuan pendidikan (Satdik) TNI selama program berlangsung.

Kondisi tersebut memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai pendekatan pelatihan berbasis militer kurang tepat untuk membentuk kompetensi manajerial di sektor koperasi.

Selain itu, publik juga menyoroti beredarnya video latihan menembak yang dilakukan peserta.

Baca Juga: Beredar video 2 pria dililit lakban sampai mirip Teletubbies, penggunggah tepis dugaan maling

Dalam unggahan akun Instagram @suaraakarrumputt, terlihat sejumlah peserta berbaris sambil memegang model senjata api.

Hal ini memicu kritik terkait penerapan metode pelatihan ala militer dalam program yang seharusnya berfokus pada pengelolaan koperasi.

Latihan militer dikurangi, menembak dihapus

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X