Ia menambahkan bahwa sebagian besar rumah warga kini hanya menyisakan tapak bangunan.
“Ini tinggal tapak rumah. Rumah kami rata-rata hancur. Di Sekumur ini banyak sekali kayu sisa banjir,” katanya.
Huntara belum dibangun
Hingga awal Februari 2026, warga Desa Sekumur menyebut belum ada pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah mereka.
Baca Juga: Ngaku dibegal, akuntan SPPG di Aceh Utara diduga rekayasa kasus demi tutupi penggelapan Rp59 juta
“Belum ada hunian sementara di Desa Sekumur. Kami semua masih tinggal di dalam tenda,” tegas warga tersebut.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan agar mereka dapat menjalani Ramadan dengan kondisi yang lebih layak serta memiliki kepastian tempat tinggal ke depan.***
Artikel Terkait
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga
Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih
Dua bulan pascabanjir Aceh Timur, kegiatan mengaji anak-anak di Dayah Sarah Gala masih terhenti
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah