Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:18 WIB
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait para korban bencana banjir bandang yang melanda Tanah Sumatera (Instagram.com/@salimafillah_official)
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait para korban bencana banjir bandang yang melanda Tanah Sumatera (Instagram.com/@salimafillah_official)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 lalu, hingga kini masih menyisakan luka mendalam bagi para korban.

Meski sorotan publik mulai mereda, dampak bencana tersebut masih nyata dirasakan, terutama oleh anak-anak yang terdampak langsung.

Pendakwah nasional Salim A Fillah menjadi salah satu sosok yang terus menaruh perhatian terhadap kondisi pascabencana di Sumatera, khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Banjir Pamanukan makin parah, ribuan warga mengungsi hingga padati kolong flyover

Melalui unggahan di akun Instagram resminya @salimafillah_official, Jumat 30 Januari 2026, ia mengingatkan publik agar tidak melupakan para penyintas yang hingga kini masih berjuang bangkit.

“Semoga kita tidak lupa, bahwa Sumatera masih tidak baik-baik saja,” tulis Salim.

Fokus pulihkan pendidikan anak-anak korban bencana

Dalam keterangannya, Salim mengungkapkan bahwa dirinya bersama relawan memilih untuk memprioritaskan sektor pendidikan dibanding membangun ulang infrastruktur fisik semata.

Menurutnya, langkah paling mendesak adalah memastikan anak-anak tetap bisa belajar meski berada di tengah keterbatasan akibat bencana.

Baca Juga: Transformasi digital IFG catat 500 ribu pengguna, One by IFG perluas akses layanan keuangan terintegrasi

“Kami memilih untuk menghidupkan kembali sekolah-sekolah yang ada, bekerja sama dengan para guru,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan sekolah terdampak, penyediaan buku pelajaran, serta dukungan sarana belajar agar kegiatan pendidikan bisa kembali berjalan.

'Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan'

Salim menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pemulihan pascabencana. Ia menilai, anak-anak tidak boleh menjadi korban kedua akibat terhentinya proses belajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X