GENMILENIAL.ID – Novel Tanah Terbelah karya Fileski Walidha Tanjung menghadirkan kisah yang tidak sekadar bercerita tentang cinta, tetapi juga tentang luka yang lahir dari sejarah.
Berlatar Madiun tahun 1948, cerita ini membawa pembaca masuk ke dalam suasana kota yang perlahan berubah dari tenang menjadi penuh ketegangan.
Di tengah kondisi tersebut, dua tokoh utama, Darmawan dan Marni, dipertemukan oleh sebuah sore yang sederhana di Sumber Wangi, sebuah sudut tenang di dekat Balai Kota.
Tempat itu menjadi ruang bagi keduanya untuk saling mengenal, di saat dunia di sekeliling mereka mulai retak tanpa suara.
Darmawan digambarkan sebagai pemuda yang tumbuh di lingkungan priyayi, dekat dengan kekuasaan, dan terbiasa menjalani hidup dengan penuh perhitungan.
Sementara Marni hadir sebagai sosok yang berbeda, gadis desa yang tumbuh dalam kerasnya kehidupan rakyat kecil, dengan keberanian untuk mempertanyakan ketidakadilan yang selama ini dianggap biasa.
Cinta tumbuh di waktu yang salah
Pertemuan yang awalnya sederhana perlahan berubah menjadi hubungan yang hangat dan tulus.
Di tengah suasana yang kian mencekam, kehadiran satu sama lain menjadi harapan kecil yang memberi arti. Namun, harapan itu tidak tumbuh di waktu yang tepat.
Ketegangan mulai merambat ke desa-desa, rasa curiga muncul di antara masyarakat, dan keadaan semakin sulit dipahami.
Darmawan dan Marni pun dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa mereka berdiri di dua sisi yang berbeda.
Pertemuan mereka menjadi semakin jarang, dipenuhi rahasia, sekaligus dibayangi rasa takut kehilangan.
Meski demikian, keduanya tetap berusaha mempertahankan keyakinan sederhana bahwa cinta masih layak diperjuangkan, bahkan ketika dunia di sekeliling mereka seakan menolak keberadaannya.
Konflik, kehilangan, dan akhir yang sunyi
Artikel Terkait
Sinopsis film 'The Acolyte' kisah epik di ujung kegelapan dan cahaya
Kisah fantasi petualangan yang menggabungkan elemen perjalanan waktu, seperti ini sinopsis film series Time Bandits
Sinopsis film ‘28 Years Later’, perjalanan Cillian Murphy di sebuah kota kecil dengan nuansa soundtrack yang mengerikan!
Sinopsis novel 'Sang Tokoh' karya Wina Armada Sukardi
Sinopsis buku 'Islam dan Sosialisme' karya HOS Tjokroaminoto
Sinopsis buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' karya Ai Lundeng
Anja Hawari Fasya hidupkan kembali spirit keteladanan lewat buku 'Spirit Kita'