Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 2 Februari 2026 | 17:43 WIB
Potret perjuangan untuk bersekolah di Desa Sekumur, Aceh Tamiang (Instagram/rizkyjafarthalib.official)
Potret perjuangan untuk bersekolah di Desa Sekumur, Aceh Tamiang (Instagram/rizkyjafarthalib.official)

GENMILENIAL.ID — Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Bencana tersebut menyisakan lumpur tebal, tumpukan kayu gelondongan, serta rumah-rumah warga yang rusak bahkan hanyut terbawa arus.

Akses menuju desa pun sempat terputus total setelah jembatan penghubung rusak diterjang banjir.

Untuk mencapai Desa Sekumur, warga hanya bisa mengandalkan perahu milik nelayan dan harus menempuh perjalanan cukup panjang.

Baca Juga: Viral akses penyeberangan memprihatinkan di Way Bungur Lampung Timur, anak sekolah gantian naik rakit

Meski demikian, dua bulan pascabanjir, kehidupan perlahan mulai kembali berjalan, termasuk aktivitas belajar mengajar anak-anak sekolah.

Siswa rela bawa meja sendiri ke sekolah

Potret perjuangan siswa di Desa Sekumur viral setelah diunggah akun Instagram @rizkyjafarthalib.official.

Dalam video tersebut, tampak seorang anak Sekolah Dasar berjalan kaki menuju sekolah sambil membawa meja lipat sendiri.

“Perjuangan murid yang ke sekolah dalam keadaan sekolahnya hancur, harus bawa bangku sendiri. Berjalan kaki di tengah teriknya matahari,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga: 17 Orang jadi korban ambrolnya lantai 2 Tangsi Belanda di Siak saat studi tur SD IT Baitul Ridho

Sekolah yang mereka tempati mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang.

Fasilitas belajar mengajar belum sepenuhnya pulih, sehingga para siswa harus berinisiatif membawa perlengkapan sendiri agar tetap bisa mengikuti pelajaran.

Video tersebut juga memperlihatkan kondisi sekitar sekolah yang masih dipenuhi lumpur mengering dan sisa-sisa kayu besar yang terbawa banjir dari hulu sungai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X