GENMILENIAL.ID — Fenomena lubang raksasa yang muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, tengah menjadi sorotan publik.
Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah rekaman udara memperlihatkan kerusakan parah pada badan jalan akibat longsoran tanah yang terus meluas.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @hestilarasati pada Rabu 28 Januari 2026, terlihat lubang raksasa telah menggerus hampir separuh badan jalan.
Baca Juga: DPRD Subang turun ke lokasi banjir Pantura, soroti curah hujan tinggi dan sistem drainase
Kondisi tersebut membuat akses penghubung antarwilayah terputus dan membahayakan warga sekitar.
“Fenomena lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Longsoran membentuk alur mirip sungai
Berdasarkan informasi yang beredar, longsoran masih terus terjadi akibat aliran air dari bagian atas maupun bawah kawasan tersebut.
Bahkan, pergerakan tanah membentuk lekukan menyerupai aliran sungai di bagian bawah lubang.
Hal itu turut dibenarkan oleh unggahan akun @trendingbuzz.id, yang memperlihatkan kondisi terkini lokasi kejadian.
“Longsoran kian membesar dan membentuk lekukan seperti aliran sungai di bagian bawahnya,” tulis akun tersebut, Rabu 28 Januari 2026.
Badan jalan menggantung, warga waswas
Akibat peristiwa tersebut, sebagian badan jalan dilaporkan dalam kondisi menggantung karena tanah penopangnya tergerus longsor.
Artikel Terkait
Meski jadi korban banjir, warga Pidie Jaya ini tetap masak di dapur umum: Kami iba kalau nggak ada yang masak
Cerita warga Meureudu Pidie Jaya saat banjir datang: Buka pintu, air langsung masuk
Perjuangan warga Dusun Sarah Raja Aceh Utara, dua bulan pascabanjir masih tanpa listrik dan air bersih
Ki Maher: Bencana tak lagi bisa diprediksi, saatnya manusia kembali menjaga alam
Petani Aceh Utara tetap menanam padi meski lumpur setinggi pinggang
Akses jalan putus pascabanjir, anak-anak di Aceh Utara kesulitan berangkat sekolah
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang