GENMILENIAL.ID — Tiga bulan pascabanjir besar yang melanda Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, kondisi warga hingga kini masih memprihatinkan.
Sejumlah keluarga dilaporkan masih tinggal di tenda bantuan, menyusul rumah mereka yang hancur dan hanyut diterjang banjir pada akhir November 2025.
Desa Sekumur menjadi salah satu wilayah terdampak terparah saat bencana terjadi.
Selain air bah yang tinggi, banjir juga membawa gelondongan kayu besar yang merusak rumah, ladang, dan infrastruktur warga.
Baca Juga: Viral curhat guru PPPK Sumedang terima gaji Rp50 ribu, dipotong BPJS tersisa Rp15 ribu
Hingga awal Februari 2026, belum seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Situasi tersebut kian berat lantaran bulan Ramadan semakin dekat, sementara sebagian warga masih harus bertahan hidup di tenda dengan kondisi serba terbatas.
Masih tidur di tenda bantuan
Kondisi terbaru Desa Sekumur terungkap dalam unggahan video akun Instagram @waracantika06, Minggu 8 Februari 2026.
Dalam video berdurasi 58 detik tersebut, terlihat deretan tenda masih berdiri dan digunakan sebagai tempat tinggal warga.
Baca Juga: Diduga curi paket di Kalibata, aksi pria bawa anak dan istri terekam CCTV tuai kecaman
“8 Februari 2026, mana yang bilang Sekumur baik-baik saja? Ini rumah hancur dan ini tenda tempat tinggal kami sekarang, tiga bulan pascabanjir,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Ia mengungkapkan, warga masih harus tidur di tenda dengan kondisi yang jauh dari layak.
“Kami masih tidur di tenda, kami masih kepanasan. Bayangkan bagaimana nanti kami bulan puasa masih tidur di dalam tenda,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga
Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih
Dua bulan pascabanjir Aceh Timur, kegiatan mengaji anak-anak di Dayah Sarah Gala masih terhenti
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah