Viral akses penyeberangan memprihatinkan di Way Bungur Lampung Timur, anak sekolah gantian naik rakit

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 2 Februari 2026 | 17:07 WIB
Kondisi memprihatinkan akses penyeberangan di Desa Kali Pasir, Way Bungur, Lampung Timur yang viral (TikTok/president_angler_liar)
Kondisi memprihatinkan akses penyeberangan di Desa Kali Pasir, Way Bungur, Lampung Timur yang viral (TikTok/president_angler_liar)

GENMILENIAL.ID Akses penyeberangan warga di Desa Kali Pasir-Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menuai sorotan publik usai viral di media sosial.

Warga, termasuk anak-anak sekolah, terpaksa menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan rakit kayu tanpa standar keselamatan yang memadai.

Kondisi memprihatinkan itu pertama kali diunggah akun TikTok @president_angler_liar, memperlihatkan aktivitas warga yang harus berhimpitan di atas rakit sambil mengangkut sepeda motor.

Baca Juga: 17 Orang jadi korban ambrolnya lantai 2 Tangsi Belanda di Siak saat studi tur SD IT Baitul Ridho

Rakit tersebut disebut hanya mampu menampung maksimal sekitar 20 motor dalam sekali penyeberangan.

Anak-anak sekolah harus antre dan bergantian menyeberang

Dalam video yang beredar, tampak puluhan siswa sekolah mengantre sejak pagi untuk bisa menyeberang sungai menuju sekolah masing-masing.

Proses penyeberangan dilakukan secara bergantian karena keterbatasan daya angkut rakit.

“Ditata motornya yang rapi, hati-hati. Pelan-pelan, kalau nggak muat jangan dipaksakan. Kapasitasnya sekitar 20 motor, itu sudah mengerikan,” ucap perekam video, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga: ESAI: Sekjen Kemenag dan ikhtiar membela guru madrasah swasta

Ia juga mengingatkan warga agar bersabar menunggu giliran penyeberangan. Menurutnya, pemandangan tersebut sudah menjadi rutinitas harian yang menyimpan risiko besar.

Pengakuan diminta hapus video oleh Wakil Gubernur

Tak berhenti di situ, pemilik akun mengunggah video lanjutan yang mengaku sempat dihubungi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan diminta menghapus unggahan terkait kondisi penyeberangan tersebut.

“Terima kasih untuk Wakil Gubernur yang semalam menelepon dan menyuruh menghentikan video saya. Saya tidak akan berhenti sebelum jembatan Kali Pasir, Way Bungur ini benar-benar terbangun,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X